5 Perangkat Desa Sogo Kosong, Puluhan Peserta Ikuti Ujian Seleksi
Pelipatan Surat Suara Pilkada Tuban Terapkan Prokes
Dua Kementerian Tinjau Revitalisasi Pasar
PSI Surabaya Targetkan Kemenangan 70 Persen Untuk Paslon Eri-Armuji
UMK Kota Batu Naik Rp 25.000
16 Ribu Lebih Petugas Pemilih Jalani Rapid Test
Pandemi Covid 19 Karangtaruna Produksi Sabun Cair



Peristiwa
Hong Kong Terus Menolak RUU Baru Tiongkok
Selasa, 11-06-2019 | 10:36 wib
Reporter :
Hong Kong pojokpitu.com  Sedikitnya 153 ribu warga Hongkong turun ke jalan kemarin, Minggu (9/6). Mereka menentang keras Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi.
Proposal yang kini dibahas parlemen pro-Beijing itu bakal mengakhiri kebebasan politik warga Hongkong. Sehari sebelumnya, perdebatan di tingkat Dewan Legislatif berakhir ricuh.

Saat ini Hongkong punya perjanjian ekstradisi dengan 20 negara dan aktif memberikan pendampingan hukum kepada 32 negara lainnya. Namun, kasus pembunuhan Poon Hiu Wing membuat parlemen merevisi perundang-undangan tentang ekstradisi.

Kepala Eksekutif Hongkong Carrie Lam menganggap kasus tersebut sebagai bukti kelemahan UU Ekstradisi yang sekarang berlaku. Sebab, pelaku pembunuhan tidak bisa dijerat dengan regulasi yang semestinya di Taiwan.

"Kita tidak bisa membiarkan Hongkong menjadi surga bagi para penjahat internasional," kata Carrie.

Dia menyebut keadilan sebagai landasan proposal ekstradisi yang didukungnya tersebut. Dengan aturan yang baru, Taiwan bisa meminta Hongkong mengekstradisi pelaku pembunuhan, Chan Tong Kai. Selanjutnya, Chan diadili sesuai dengan kejahatannya.

Namun, para kritikus pemerintah menyatakan bahwa RUU Ekstradisi itu berbahaya. Sebab, lewat celah tersebut, Beijing juga bisa memaksa Hongkong mengekstradisi politisi yang dianggap merugikan Tiongkok. (bil/c14/hep/end)




Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062