Ekonomi Dan Bisnis
Penjual Ketupat Pasuruan Mengeluh Harga Bahan Baku Mahal
Rabu, 12-06-2019 | 00:09 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com   Penutupan hari raya idul fitri tidak lengkap jika tidak memasak ketupat. Maka tradisi ini dimanfaatkan para pedagang di Pasar Bangil Pasuruan, untuk menjual ketupat musiman.
Maka pasar mendadak ramai menjadi pasar ketupat. Sebab pedagang yang biasanya menjual sayur-sayuran berganti menjual ketupat.

Ketupat dibuat dari daun kelapa muda, yang dianyam, hingga berbentuk kotak. Nantinya di isi beras untuk dimasak menyerupai lontong.

Namun saat ini para pedagang mengeluh mahalnya daun kelapa muda. Setiap tahun harga naik per seribu lembarnya. "Sebelumnya hanya Rp 500 ribu saat ini mencapai Rp 600 ribu," kata Pedagang ketupat Kacong Muslik.

Sedangkan untuk ketupat jadi yang sebelumnya dijual Rp 8 ribu untuk 10 biji, saat ini dijual Rp 10 ribu.

Saat ini para pedagang masih bisa menjual ribuan hingga belasan ribu ketupat. Sedangkan keuntungan tidak seperti dahulu, sebab harga bahan baku makin mahal. (pul)




Berita Terkait

Info Lebaran
Gebyar Ketupat Trenggalek Berlangsung Meriah
13-06-2019 | 04:20 wib

Info Lebaran
Tradisi Praonan, Berperahu ke Tengah Lautan di Hari Lebaran ...selanjutnya
12-06-2019 | 20:40 wib

Info Lebaran
Ribuan Warga Berebut Tumpeng Ketupat Raksasa di Trenggalek
12-06-2019 | 20:00 wib

Info Lebaran
Rayakan Lebaran Kupatan, Kolam Sumber Pakel Gelar Makan Kupa...selanjutnya
12-06-2019 | 18:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062