Bawaslu Jatim Terus Monitoring Verifikasi Faktual
KBM SMP SMA Kepulauan Sumenep Segera Diaktifkan
Penjualan Seragam Sekolah Menurun Hingga 75 Persen
Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Menkes Terawan Sidak Pasar Tradisional, Temukan Pedagang yang Bandel
Ruang HCU Didesain Tanpa Toilet
Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci
Sekda Surabaya Benarkan Adanya Surat Edaran Galang Dana
Sebanyak 146 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Diduga Peras Kades, Ketua LSM Terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli
Gubernur Bagikan Partisi dan Masker Kepada Ojek Online



Hukum
KPK Kejar Tersangka Syamsul Nursalim di Singapura
Rabu, 12-06-2019 | 15:21 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com  Pemilik Perusahaan Gajah Tunggal, Syamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim telah ditetapkan sebagai tersangka oleh komisi pemberantasan korupsi, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Namun hingga kini, KPK belum bisa menghadirkan dua tersangka tersebut lantaran berada di Singapura.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, berharap, kasus dugaan tindak pidana korupsi BLBI dengan tersangka Syamsul Nursalim dan istrinya Itjih segera rampung dan limpahkan ke persidangan.

Namun demikian, KPK tak menampik jika kasus ini banyak hambatan termasuk posisi dua tersangka Nursalim dan istrinya Itjih berada di luar negeri.

Menurut Saut, KPK sudah memberikan dua kali kesempatan agar para tersangka datang ke KPK untuk memberikan klarifikasinya. Namun hingga kini keduanya belum ada itikat baik.

Saat ini, KPK sudah melayangkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau spdp sejak tanggal 17 Mei 2019, kepada nursalim dan Itjih ke Singapura.

SPDP dikirim di tiga alamat di singapura yaitu the oxley,clum road, dan head office of giti tire. Sementara SPDP untuk Itjih dikediamanya Simprug Kebayiran Lama, Jakarta Selatan.

Dalam kasus itu, KPK menduga negara dirugikan Rp 4, 58 trilun, terkait kewajiban yanh tidak dibayarkan Samsul Nursalim dalam pengambilaliham pengelolaan Bank Dagan Negara Indonesia (BDNI) oleh BPPN. (yos)




Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062