Guru Rela Datangi Siswa dan Bagikan Paket Kuota Gratis
Permintaan Besek Keranjang Bambu Meningkat Menjelang Hari Raya Kurban
Bupati Ipong Louching Reog New Normal
Razia Masker, Petugas Temukan Pemuda Bawa Miras Oplosan
Tolak Didirikan Tower, Puluhan Warga Demo Kantor Kelurahan
Tiktok Kadis Viral, Majelis Etik Sanksi Copot Jabatan Kadisparpora
Sempat Meminta Maaf, Risma Mendadak Pingsan di Pemakaman Kadis DP5A
15 Kasus Baru Jumlah covid 19 di Kabupaten Ponorogo terus melonjak
Unair Sediakan Kuota Rapid Test Untuk Peserta UTBK Gelombang Kedua
Polres Mojokerto Bikin Mobil dan Motor Dolan Dolan Cegah Covid 19
Jelang Pilkada KPU RI Luncurkan Gerakan Klik Serentak
Viral, Ibu-Ibu Datangi Sekolah, Tuntut Sekolah Dibuka Lagi
Razia Prostitusi, Muspika Gondanglegi Amankan Belasan Penjaja Seks
Puluhan Tuna Netra Jalani Rapid Test
Ketua DPRD Jatim Berharap Bisa Dikomunikasikan Kembali Dengan Gubernur



Mataraman
Ribuan Warga Berebut Tumpeng Ketupat Raksasa di Trenggalek
Rabu, 12-06-2019 | 20:00 wib
Reporter : Simon, Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com  Lebaran ketupat atau kupatan dilakukan masyarakat Islam di Indonesia khususnya Pulau Jawa. Namun ada yang unik dengan tradisi yang digelar di Durenan, Trenggalek, suasana perkampungan pada lebaran ke-8 justru tampak lebih ramai dibanding 1 syawal, hiruk pikuk dan lalu lalang kendaraan memadati seluruh jalan di wilayah paling timur di Kabupaten Trenggalek ini. Warga saling berkunjung ke rumah sanak-saudara serta tetangga untuk bersilaturrahmi dan saling bermaaf-maafan, di setiap rumah di sediakan hidangan ketupat dan aneka lauk-pauk secara gratis.
Dalam perayaan ini, aneka kegiatan digelar seperti kirap kupat dan berebut tumpeng ketupat raksasa, perayaan ini merupakan bentuk rasa syukur warga setelah enam hari melaksanakan puasa sunnah syawal.

Yang tak kalah menarik, dalam kegiatan ini para pengunujung juga bisa menikmati pesta ketupat gratis yang disediakan di masing-masing rumah warga.

Pengasuh Pondok Pesantren Babul Ulum, Durenan, KH. Abdul Fattah Muin, mengatakan, warga dari berbagai penjuru daerah berkumpul di wilayah durenan mulai pagi hingga malam hari.

Selama enam hari sebelumnya, sebagian warga lokal tidak menggelar open house seperti lebaran pada umumnya. Tidak hanya warga Trenggalek, namun masyarakat dari berbagai kota di sekitarnya juga memilih berlebaran ke durenan pada saat kupatan.

Sementara, bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengatakan,tradisi kupatan di durenan tidak pernah luntur oleh hingar bingar perkembangan zaman, meski tanpa disuguhi dengan aneka hiburan maupun pertunjukan.






Berita Terkait

Info Lebaran
Gebyar Ketupat Trenggalek Berlangsung Meriah
13-06-2019 | 04:20 wib

Info Lebaran
Tradisi Praonan, Berperahu ke Tengah Lautan di Hari Lebaran ...selanjutnya
12-06-2019 | 20:40 wib

Info Lebaran
Ribuan Warga Berebut Tumpeng Ketupat Raksasa di Trenggalek
12-06-2019 | 20:00 wib

Info Lebaran
Rayakan Lebaran Kupatan, Kolam Sumber Pakel Gelar Makan Kupa...selanjutnya
12-06-2019 | 18:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062