Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Tim Gugus Penanggulangan Covid Lamongan Tak Akan Tutup Puskesmas Mantup
100 Dokter Alumni Gontor Ikut Partisipasi Penanganan Covid 19
Polisi Lacak Pelaku Tawuran Di Jam Malam Covid 19
Kesal Dengan Sikap Camat, Ratusan Petani Palawija dan Tambak Datangi Balai Desa
Panen, Petani Tebu Keluhkan Harga Gula Anjlok
Pasokan Bahan Baku Gula Terhambat, Buruh Pabrik Wadul Komisi B DPRD Jatim
Puluhan Santri Gontor Reaktif dan Diisolasi
Modus Baru, Bawa Mobil Pribadi Curi Kayu Sonokeling
KPU Kabupaten Malang : Soal Penyelenggaraan Pilkada Ada 3 Opsi
Klien Membludak, 5 ODGJ Antri Panti Rehabilitasi Sosial
Tawadhu Pada Ulama, Bu Nyai Mantap Pilih Machfud Arifin Walikota
Pasien Corona di Pacitan Tembus 41 Orang, 2 Tambahan Anak-Anak dan Batita
Bantuan Jaring Pengaman Sosial Jatim Hanya 3 Bulan
Tersangka Pencurian Motor 5 TKP Ditangkap



Mataraman
Peserta Festival Panji Nusantara Jelajah Situs Candi Mirigambar
Jum'at, 12-07-2019 | 22:15 wib
Reporter : Agus Bondan
Di candi Mirigambar, rombongan belajar dan melihat langsung cerita panji, yang terdapat pada relief dinding candi. Foto: Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com  Dalam kunjungannya ke Tulungagung, rombongan peserta Festival Panji Nusantara 2019, menggelar sedekah bumi dan jelajah situs di Candi Mirigambar.
Bersama puluhan warga, kontingen Festival Panji Nusantara 2019, menggelar ritual sedekah bumi di situs Candi Mirigambar yang terletak di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. Tasyakuran tradisional adat Jawa ini, dilakukan dengan selamatan tumpeng serta jajanan pasar. Sedekah bumi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan tolak bala.

Candi Mirigambar dipilih sebagai lokasi kunjungan, karena diperkirakan dibangun sejak awal hingga akhir era Majapahit. Meninggalkan relief cerita tentang panji, atau Raden Inu Kertapati. Selain itu, lokasi ini sengaja dipilih agar situs cagar budaya ini lebih dikenal masyarakat luas.

Menurut Susilo Purwani salah satu panitia, Candi Mirigambar memiliki 10 panel relief. Namun dua panel rusak akibat faktor alam, sedangkan tiga lainnya hilang dicuri pada sekitar tahun 1970 an.

Relief Candi Mirigambar menceritakan kisah asmara Panji Wasengsari, atau Raden Inu Kertapati dari Kerajaan Panjalu dengan Dewi Sekartaji.

Pande Made Rahajeng salah seorang peserta dari Bali mengaku terkesan dengan Candi Mirigambar. Menurutnya situs-situs di Tulungagung sangat kuno dan berkualitas. Jika dipelihara dengan baik, situs situs tersebut akan bermanfaat, terutama bagi generasi muda untuk mempelajari sejarah.

Rangkaian kegiatan di Candi Mirigambar, diakhiri dengan penampilan kesenian tradisional khas Tulungagung, Reog Kendang dan Festival Permainan Tradisional. (pul)






Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062