Kelangkaan Elpiji 3 Kg Diduga Ada Permainan Oknum di Tingkat Bawah
Proyek Irigasi Sawah Diduga Salahi Spesifikasi
Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Warga Tolak Penggusuran Oleh Pihak Kebun PT.Glen Nevis
Modal Pertemanan, Seorang Ibu Harus Tebus Sertifikatnya Sendiri Rp 350 Juta
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Walikota Waspadai Klaster Baru, Imbau Warga Disiplin Prokes
Jatuh Bangun Para Seniman dan Komedian di Tengah Pandemi
Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Khofifah Bagikan Bantuan Kesehatan, Uang Tunai dan Sembako untuk Bakorwil V
Warga Keluhkan Sulit Mendapatkan Gas Lpg 3 Kg
DPRD Desak In Lounge Pub dan Karaoke Ditutup Total
Pengenaan Denda Perdana Banyak Warga Kaget dan Tidak Siap Uang Denda
Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jembatan Penghubung Magetan-Ponorogo Mulai Diperbaiki



Peristiwa
Puluhan Gabungan Mahasiswa Islam Gelar Aksi ke Gedung DPRD Sidoarjo
Selasa, 16-07-2019 | 19:16 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com  Puluhan mahasiswa Islam Sidoarjo yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), siang tadi melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo. Mereka mendesak kepada dewan agar kinerjanya untuk pembangunan Kabupaten Sidoarjo lebih cepat.
Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia di Sidoarjo, kembali melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo. Aksi unjuk rasa ini sebelumnya dilakukan di depan kantor bupati dan terjadi kericuhan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja.
 
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa Islam ini menuntut kepada DPRD Sidoarjo untuk berfikir membangun, karena selama ini hubungan eksekutif dan legislatif kurang harmonis, sehingga pembangunan terhambat.
 
Sony, Ketua PMII Kabupaten Sidoarjo mengatakan, aksi demo ini kembali dilakukan di gedung DPRD, setelah aksi demo bentrok dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja.
 
Sebenarnya para mahasiswa keinginanya hanya simpel, jalin hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif, agar pembangunan Sidoarjo sejalan.
 
Ada beberapa usulan yang terjadi tarik ulur antara legislatif dengan eksekutif, contohnya pembangunan rumah sakit barat, pembangunan gedung 17 lantai dan lain sebagainya.
 
Selain itu, mahasiswa meminta kepada eksekutif untuk memaksimalkan kinerjanya, agar tidak terjadi silpa yang cukup besar, relokasi PKL Gading Fajar agar bisa terwujud sentral ekonomi terpadu.(end)


Berita Terkait

Peristiwa
Ika PMII Merespon Tindakan Oknum Polisi Terhadap Aktifis
26-06-2020 | 15:09 wib

Peristiwa
Tuntut Keadilan Atas Tewasnya Randi, PMII Masih Pilih Demo
02-10-2019 | 10:32 wib

Malang Raya
PMII Kabupaten Malang Salat Gaib Bareng Polisi
30-09-2019 | 16:50 wib

Peristiwa
Buntut Dari Dugaan Kekerasan Oknum Polisi, Mahasiswa Demo Po...selanjutnya
16-09-2019 | 19:17 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062