Peristiwa
Anomali Cuaca, Petani Melon Merugi
Kamis, 18-07-2019 | 03:20 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com  Cuaca yang tak menentu di Kabupaten Ngawi, selama beberapa bulan terakhir menyebabkan kerusakan pada tanaman melon. Batang, daun dan buah tanaman frutikultur ini, mengalami kerusakan karena serangan berbagai hama dan penyakit. Secara ekonomi, kondisi tersebut membuat petani melon merugi puluhan juta rupiah.
Seperti kondisi tanaman melon milik para petani, di Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Tanaman melon siap panen itu, mengalami kerusakan setelah menjalani periode pertumbuhan tidak normal.

Batang, daun dan buah banyak yang busuk. Kondisi ini, disebabkan karena cuaca tak menentu, selama beberapa bulan terakhir mulai dari angin kencang, hujan di tengah kemarau, serta fluktuasi suhu ekstrem. Tanaman frutikultur ini, menjadi stress, sehingga mudah terserang berbagai hama dan penyakit. 
 
Situasi ini, dialami Jarno, petani melon yang telah berpengalaman. Dia  bersama petani frutikultur lainnya, menanam  melon, pada pertengahan bulan mei 2019.

Jarno menanam sekitar 7 ribu benih melon di lahan seluas seperempat hektar, dengan modal sekitar Rp 25 juta . Cuaca yang awalnya diprediksi, bisa mendukung pertumbuhan optimal tanaman melon, berubah drastis.

"Anomali cuaca menghancurkan tanaman melonnya, sehingga mengalami kerugian," kata Jarno.

Proyeksi ekonomi, tanaman melon dalam kondisi normal, saat panen bisa menghasilkan sekitar Rp 70 juta. Realitanya, tanaman melon tersebut, hanya mampu menghasilkan Rp 20 juta saja.
 
Sejumlah petani frutikultur lainnya, memilih mencabuti tanaman lainnya, untuk mengurangi kerugian karena pembengkakan biaya perawatan. Mereka beralih menjadi petani tanaman pangan, dengan menanam  padi atau palawija.
  
Anomali cuaca merupakan bagian dari dinamika alam, yang sulit ditangani oleh petani,  terutama bagi petani hortikutura, yang membudidayakan tanaman di udara terbuka.

Saat cuaca tak menentu, tanaman menjadi stress dan mudah terserang hama dan penyakit, karena fungsi fisiologinya terganggu, mulai dari penyerapan unsur hara, metabolisme dan fotosintesis. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Cuaca Buruk, Nelayan Pulau Gili Ketapang Tidak Berani Melaut...selanjutnya
13-09-2019 | 00:15 wib

Peristiwa
Cuaca Buruk, Tangkapan Ikan Merosot
31-08-2019 | 13:21 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Cuaca Ekstrim, Produksi Strawbery Turun Terserang Penyakit C...selanjutnya
30-08-2019 | 02:05 wib

Peristiwa
Cuaca Buruk, Pelabuhan Jangkar Tutup Sementara Pelayaran Tuj...selanjutnya
13-08-2019 | 22:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062