Ratusan Perangkat Desa Tolak Pencabutan DD
Ada Rupiah Dibalik Usaha Camilan Stick Ubi Ungu
Peras Korban Mengaku Satintelkam Polda, 2 Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Malang, 2 Pelaku Masih DPO
Putra TNI Dapat Pelatihan Pencegahan Penggunaan Narkoba
Diduga Korsleting Listrik, Atap Rumah Terbakar
Ratusan Pekerja Seni dan Pemilik Usaha Sound Sistem di Banyuwangi Gelar Aksi di Depan Kantor Gugus Tugas Covid-19
Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020



Hukum
Muafaq Curhat Suap 51 Juta ke Romy Usai Dilantik Jadi Kepala Kemenag Kabupaten Gresik
Rabu, 24-07-2019 | 19:16 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com  Terdakwa mantan kepala Kemenag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi mencurahkan isi hatinya pada pembacaan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu sore.
Muafak blak- blakan, mengenai suap yang diberikan kepada perantara, termasuk Romahurmuzi usai dilantik menjadi Kepala Kemenag Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu sore, kembali menggelar sidang perkara suap jual beli jabatan yang menjerat dua pejabat Kepala Kantor Kemenag RI, Jawa Timur.

Sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi, dibacakan langsung oleh terdakwa dan kuasa hukumnya.

Seperti halnya pada pledoi Muafaq, ia mengaku sangat menyesal atas perbuatan yang mencoreng program pemerintah, dan keluarganya.  Perbuatan memberikan uang terima kasih kepada pihak yang berjasa setelah ia dilantik menjadi Kepala Kemanag Kabupaten Gresik, berujung pada kursi pesakitan tindak pidana korupsi.

Muafaq mengaku, ada beberapa orang yang diberikan hadiah berupa uang, termasuk untuk Romahurmuziy, Ketua Umum PPP saat itu.

Dengan menahan tangis, Muafaq memohon dihukum ringan dari tuntutan jaksa KPK yang menuntut 2 tahun penjara, karena masih banyak tanggungan keluarga dan anak - anaknya.

Selain itu, justice colaborator yang sudah disetujui oleh jaksa KPK, agar dipertimbangkan dalam putusan majelis hakim.

Selain terdakwa Muafaq, Pengadilan Tipikor juga menjadwalkan agenda yang sama kepada terdakwa mantan kepala kantor Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanudin. 

Dalam tuntutan jaksa KPK sebelumnya, Muafaq terbukti menyuap Romahurmuziy sebesar Rp 91 juta secara bertahap, dan dituntut pidana penjara 2 tahun denda   Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa juga menuntut kepada Haris Hasanudin dengan pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Haris terbukti menyuap Romy sebesar Rp 255 juta dan Menteri Agama Rp 71 juta.(end)


Berita Terkait

Hukum
Sidang Romy, Jaksa Hadirkan 4 Saksi Dari Pensel
30-10-2019 | 18:21 wib

Hukum
KPK Tambah 30 Hari Lagi Masa Tahanan Romy
25-07-2019 | 11:28 wib

Hukum
Muafaq Curhat Suap 51 Juta ke Romy Usai Dilantik Jadi Kepala...selanjutnya
24-07-2019 | 19:16 wib

Hukum
Terbukti Suap Romy, Muafaq Dituntut 2 Tahun Penjara
18-07-2019 | 10:09 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062