Guru Rela Datangi Siswa dan Bagikan Paket Kuota Gratis
Permintaan Besek Keranjang Bambu Meningkat Menjelang Hari Raya Kurban
Bupati Ipong Louching Reog New Normal
Razia Masker, Petugas Temukan Pemuda Bawa Miras Oplosan
Tolak Didirikan Tower, Puluhan Warga Demo Kantor Kelurahan
Tiktok Kadis Viral, Majelis Etik Sanksi Copot Jabatan Kadisparpora
Sempat Meminta Maaf, Risma Mendadak Pingsan di Pemakaman Kadis DP5A
15 Kasus Baru Jumlah covid 19 di Kabupaten Ponorogo terus melonjak
Unair Sediakan Kuota Rapid Test Untuk Peserta UTBK Gelombang Kedua
Polres Mojokerto Bikin Mobil dan Motor Dolan Dolan Cegah Covid 19
Jelang Pilkada KPU RI Luncurkan Gerakan Klik Serentak
Viral, Ibu-Ibu Datangi Sekolah, Tuntut Sekolah Dibuka Lagi
Razia Prostitusi, Muspika Gondanglegi Amankan Belasan Penjaja Seks
Puluhan Tuna Netra Jalani Rapid Test
Ketua DPRD Jatim Berharap Bisa Dikomunikasikan Kembali Dengan Gubernur



Hukum
Muafaq Curhat Suap 51 Juta ke Romy Usai Dilantik Jadi Kepala Kemenag Kabupaten Gresik
Rabu, 24-07-2019 | 19:16 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com  Terdakwa mantan kepala Kemenag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi mencurahkan isi hatinya pada pembacaan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu sore.
Muafak blak- blakan, mengenai suap yang diberikan kepada perantara, termasuk Romahurmuzi usai dilantik menjadi Kepala Kemenag Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu sore, kembali menggelar sidang perkara suap jual beli jabatan yang menjerat dua pejabat Kepala Kantor Kemenag RI, Jawa Timur.

Sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi, dibacakan langsung oleh terdakwa dan kuasa hukumnya.

Seperti halnya pada pledoi Muafaq, ia mengaku sangat menyesal atas perbuatan yang mencoreng program pemerintah, dan keluarganya.  Perbuatan memberikan uang terima kasih kepada pihak yang berjasa setelah ia dilantik menjadi Kepala Kemanag Kabupaten Gresik, berujung pada kursi pesakitan tindak pidana korupsi.

Muafaq mengaku, ada beberapa orang yang diberikan hadiah berupa uang, termasuk untuk Romahurmuziy, Ketua Umum PPP saat itu.

Dengan menahan tangis, Muafaq memohon dihukum ringan dari tuntutan jaksa KPK yang menuntut 2 tahun penjara, karena masih banyak tanggungan keluarga dan anak - anaknya.

Selain itu, justice colaborator yang sudah disetujui oleh jaksa KPK, agar dipertimbangkan dalam putusan majelis hakim.

Selain terdakwa Muafaq, Pengadilan Tipikor juga menjadwalkan agenda yang sama kepada terdakwa mantan kepala kantor Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanudin. 

Dalam tuntutan jaksa KPK sebelumnya, Muafaq terbukti menyuap Romahurmuziy sebesar Rp 91 juta secara bertahap, dan dituntut pidana penjara 2 tahun denda   Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa juga menuntut kepada Haris Hasanudin dengan pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Haris terbukti menyuap Romy sebesar Rp 255 juta dan Menteri Agama Rp 71 juta.(end)


Berita Terkait

Hukum
Sidang Romy, Jaksa Hadirkan 4 Saksi Dari Pensel
30-10-2019 | 18:21 wib

Hukum
KPK Tambah 30 Hari Lagi Masa Tahanan Romy
25-07-2019 | 11:28 wib

Hukum
Muafaq Curhat Suap 51 Juta ke Romy Usai Dilantik Jadi Kepala...selanjutnya
24-07-2019 | 19:16 wib

Hukum
Terbukti Suap Romy, Muafaq Dituntut 2 Tahun Penjara
18-07-2019 | 10:09 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062