Opini
Benteng Kedung Cowek, Aset Bersejarah Yang Terpendam
Sabtu, 27-07-2019 | 15:49 wib
Reporter : Nanang Purwono
Surabaya pojokpitu.com  Benteng Kedung Cowek Surabaya masih terasa asing didengar. Tapi keberadaannya sudah lama di kota Surabaya, yang seolah tercipta sebagai kota pertahanan. Lokasi benteng berada di bibir pantai utara di kelurahan Kedung Cowek, kecamatan Bulak, Surabaya. Di era Hindia Belanda, Benteng Kedung Cowek tidak satu-satunya benteng pertahanan kota. Ada benteng-benteng lainnya yang tersebar di wilayah kota. Misalnya ada benteng Prins Hendrik, benteng Belvedere dan benteng Kalimas. Tapi sekarang Benteng Kedung Cowek menjadi satu satunya benteng yang masih berdiri kokoh (The Last Standing Fort). Lainnya sudah punah.
Sayang tidak banyak orang yang tau akan keberadaan benteng Kedung Cowek. Lokasinya memang di bibir pantai. Tapi tak terlihat dari pantai. Dipandang dari darat pun juga seolah tersembunyi, terkurung oleh lebatnya pepohonan. Padahal Benteng Kedung Cowek ini merupakan gugusan bangunan beton bertulang besi baja, yang berjajar di sepanjang garis pantai di kelurahan Kedung Cowek. Ada dua unit bangunan, yang masing masing memiliki 4 parapet lengkap dengan persenjataan artileri dan ruang amunisi. Ada beberapa single artileri udara yang lokasinya terpencar.

Penataan dan pembangunan benteng ini benar-benar diperhitungan dengan matang. Design pembangunan diresmikan oleh perwira Genie Hindia Belanda di Batavia (Jakarta) pada 15 Januari 1900. Memang ada perbedaan gambar design dengan realita di lapangan. Diduga, pembangunan benteng tidak sesuai dengan perencanaan. Namun, detail gambar pada penempatan laras meriam serta gudang amunisi terlihat sama. Jika dibangun sesuai dengan design, maka bangunan benteng akan tampil memanjang dalam satu kesatuan. Tapi realitanya tidak. Bangunannya terpisah pisah. Ada dua unit bangunan yang masing masing terdapat 4 laras meriam. Selebihnya sporadis dengan single ralas meriam penangkis serangan udara.

Pejuang-pejuang yang ternyata sudah ahli menggunakan meriam penangkis serangan udara dianggap sebagai cikal bakal kecabangan TNI AD, yang saat ini dikenal dengan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). Meskipun pejuang-pejuang tersebut tidak menamakan dirinya sebagai pasukan Artileri, namun kemampuan mengawaki meriam penangkis serangan udara melawan serangan musuh jelas merupakan identitas utama yang harus dijadikan sumber pengakuan siapa sesungguhnya senior senior prajurit artileri pertahanan udara TNI AD. Karenanya, Benteng Kedung Cowek dianggap sebagai cikal bakal kesatuan Arhanud TNI AD.


Berita Terkait

Peristiwa
Pemerintah RI Bantu Revitalisasi Benteng Pendem
18-09-2019 | 01:07 wib

Metropolis
Benteng Kedung Cowek Dibangun Selama 7 Tahun (1900 - 1907)
15-09-2019 | 00:05 wib

Opini
Benteng Kedung Cowek: Antara Belanda Dan Jepang?
12-09-2019 | 12:01 wib

Tempo Doeloe
Pegiat Sejarah Lapor ke Polisi Soal Perusakan Benteng
07-09-2019 | 19:17 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062