Polisi Perketat Akses Masuk Perumahan Surabaya
Pengedar Sabu Jaringan Lapas Dibekuk Polisi
Balon Udara Ditemukan Jatuh di Atas Rumah Warga Magetan
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Kembali Sampai 9 Juni 2020
Pakar Komunikasi Unair Menilai PSBB Kurang Efektif
Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Kabar Gembira, 17 Dari 77 Pasien Corona di Kabupaten Probolinggo Sembuh
Ibu Ini Ngamuk Ngamuk Jalannya Diportal, Begini Ceritanya
Data Terbaru Kasus Covid 19 Masih Ada Tambahan 479 Orang
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga



Mataraman
Polres Kediri Ungkap Prostitusi Anak Dibawah Umur
Jum'at, 02-08-2019 | 14:20 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com  Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri, berhasil mengungkap kasus prostitusi yang melibatkan gadis dibawah umur disebuah panti pijat. Dari ungkap kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan satu tersangka yang merupakan pemilik panti pijat.
Modus tersangka dalam menjalankan aksinya adalah menyediakan layanan plus-plus untuk konsumen. Beruntung, kasus ini segera terungkap, sehingga masa depan gadis dibawah umur tersebut dapat diselamatkan.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Kediri, membongkar bisnis esek-esek yang mempekerjakan gadis dibawah umur menjadi terapis dengan layanan plus-plus di sebuah panti pijat.

Pemilik panti pijat LP, warga Perum Wilis Indah Kota Kediri berhasil ditangkap setelah petugas mengamankan empat terapis yakni SB (17) RF (16), ME (18) dan RA (19).
 
Dihadapan petugas LP, pria berusia 32 tahun ini mengaku telah menjalani bisnis haram tersebut selama satu bulan terakhir. Dalam pemeriksaan, LP mengaku modusnya dengan cara menyediakan panti pijat, dengan layanan berbagai terapi plus-plus, gadis terapisnya didapat melalui media sosial. "Tarif layanan plus-plus tersebut beragam, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu," kata LP.
 
AKBP Rony Faisal, Kapolres Kediri, mengatakan, kasus prostitusi ini terungkap dari laporan masyarakat tentang adanya praktek prostitusi berkedok panti pijat yang mempekerjakan gadis dibawah umur, dengan layanan plus-plus.

"Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan ternyata benar adanya prostitusi, sehingga petugas langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 4 terapis serta pemilik panti pijat," kata AKBP Rony Faisal.
 
Bersama pelaku, polisi mengamankan uang tunai Rp 1, 7 juta, alat kontrasepsi, sabun cair, tisu basah serta seprei.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatnnya, kini LP terancam pasal 88 junto pasal 761 undang undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Satreskrim Polres Kediri Ungkap Prostitusi Online
28-11-2019 | 15:14 wib

Metropolis
Sepasang Suami Istri Ditangkap Gara-Gara Bisnis Prostitusi
19-11-2019 | 17:06 wib

Malang Raya
Baru Lulus SMA, Gadis Penyedia Prostitusi Diringkus Polisi
08-11-2019 | 11:19 wib

Metropolis
DPO Soni Tertangkap, Memiliki Jaringan Muncikari Artis
30-10-2019 | 11:31 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062