Bobol Toko, Pemuda Gondrong Dimassa
Enam Tahanan Lapas Jombang Positif Covid 19
Dua CJH Asal Indonesia Dilarang Wukuf karena Terpapar Covid-19
Ratusan ASN Pemkab Bojonegoro Ikuti Rapid Tes, 8 Orang Dinyatakan Reaktif
Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Untuk Korban Fetish
Diduga Sakit Jantung, Penjaga Perumahan Meninggal Mendadak
Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Resmi, Nasdem Serahkan Rekomendasi Balon Bupati Pada Gagarin
Era New Normal, Dindik Madiun Tetap Larang KBM Tatap Muka
Puluhan Guru Jalani Rapid Test, Dinkes Madiun Rekomendasikan Karantina Mandiri
Partai Gerindra Resmi Turunkan Surat Rekomendasi Untuk Calon Petahana di Pilkada Trenggalek
Rekom Gerindra Untuk Bakal Calon Bupati Bambang Haryo Masih Menjadi Teka Teki
Butuh Uang Untuk Bertahan Hidup, Ibu Tiga Anak Jadi Pengedar Sabu-Sabu



Rehat
Ratusan Warga Berebut Tumpeng Nasi Bungkus dan Sayuran
Kamis, 22-08-2019 | 09:14 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi,
Kediri pojokpitu.com  Ratusan warga di Kabupaten Kediri, mengikuti tradisi rebutan tumpeng nasi bungkus dan sayur mayur. Tradisi tahunan ini merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam tema bersih desa. Empat tumpeng raksasa disediakan oleh panitia ini, dengan doa agar diberi keberkahan.
Ratusan warga Desa Blimbing Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, mengikuti tradisi rebutan tumpeng raksasa yang disediakan oleh pemerintah desa setempat. Tradisi tahunan ini merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rizki berupa hasil pertanian.

Empat tumpeng raksasa yang berisikan ribuan nasi bungkus, sayur mayur dan buah ini, langsung diserbu warga setempat. Sejumlah warga juga terlihat membawa karung dan ember agar mendapat hasil lebih .

Para warga rela mengikuti rebutan ini dengan mengesampingkan resiko, karena untuk mendapatkan makanan yang diyakini penuh keberkahan. Sebab sebelum acara ini dimulai, digelar doa bersama. Hasil rebutan tumpeng itu, nantinya akan dimasak untuk beberapa hari ke depan.

Kepala Desa Blimbing, Agus Dwi Waloyo mengatakan, tumpeng ini merupakan hasil bumi warga setempat. Di momen bersih desa ini, ia mewujudkan rasa syukur atas hasil bumi pertanian yang melimpah, mengingat sebagian besar warganya adalah petani.

Tradisi tahun ini berbeda dengan tradisi sebelumnya. Jika sebelumnya ada prosesi perang lempar nasi bungkus, namun di tahun ini ditiadakan. Karena dinilai pemborosan dan menghamburkan makanan.(end)


Berita Terkait

Rehat
Ratusan Warga Berebut Tumpeng Nasi Bungkus dan Sayuran
22-08-2019 | 09:14 wib

Peristiwa
Ritual Kirap Tumpeng Raksasa dan Barongan Sebagai Tolak Bala...selanjutnya
20-08-2017 | 19:09 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062