Tempo Doeloe
Pegiat Sejarah Lapor ke Polisi Soal Perusakan Benteng
Sabtu, 07-09-2019 | 19:17 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Laporan pegiat sejarah Surabaya tidak diterima oleh SPKT Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Ditolaknya laporan ini, karena tidak cukup bukti. Polisi hanya menyarankan supaya melayangkan surat aduhan. Foto Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com   Pegiat sejarah Surabaya melaporkan dugaan atas perusakan Benteng Kedung Cowek Kenjeran. Pelaku perudsakan diduga dilakukan tim ahli cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya.
Para pegiat sejarah tiba di SPKT Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Polisi yang menerima laporan para pegiat sejarah tersebut, tidak bisa melanjutkan, dengan alasan bukti yang dilaporkan belum kuat secara hukum. Menurut Kurnia Sari pegiat sejarah,
polisi menyarankan kepada pelapor supaya melakukan upaya lain dengan mengirimkan surat pengaduhan.

Dasar dari laporan ini berawal atas temuan pegiat sejarah, terkait 3 lubang pada bangunan benteng yang diduga di bor oleh tim ahli cagar budaya dari Disbudparta Kota Surabaya, pada 30 Agustus lalu untuk kepentingan penelitian. Pegiat sejarah berdalih, cara tim cagar budaya tidak dibenarkan karena bisa merusak bangunan. (pul)



Berita Terkait

Metropolis
Benteng Kedung Cowek Dibangun Selama 7 Tahun (1900 - 1907)
15-09-2019 | 00:05 wib

Opini
Benteng Kedung Cowek: Antara Belanda Dan Jepang?
12-09-2019 | 12:01 wib

Tempo Doeloe
Pegiat Sejarah Lapor ke Polisi Soal Perusakan Benteng
07-09-2019 | 19:17 wib

Tempo Doeloe
Uji Usia Bangunan Benteng Kedung Cowek, TACB Lakukan Pengebo...selanjutnya
04-09-2019 | 22:13 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062