Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
Jelang New Normal, ASN Mulai Masuk Kantor



Rehat
Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah
Senin, 09-09-2019 | 11:31 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com  Masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi , Banyuwangi menggelar tradisi keboan aliyan. Dalam tradisi pada bulan suro dalam penanggalan jawa ini, ribuan orang memadati tradisi adat ini untuk menyaksikan ritual permohonan kelimpahan hasil bumi.
Tradisi adat keboan digelar warga desa Alian , Kecamatan Rogojampi Banyuwangi. Sejumlah petani kerasukan roh gaib dan bertingkah layaknya kebo atau kerbau, lalu berkeliling empat penjuru desa. Sesekali belasan warga yang kerasukan itu nyemplung di kubangan layaknya kerbau .

Sementara itu warga lain bergotong royong dan bahu membahu menyiapkan ragam kebutuhan untuk ritual. Hingga membangun gapura dari janur yang digantungi hasil bumi di sepanjang jalan desa sebagai perlambang kesuburan dan kesejahteraan .

Kepala Desa Aliyan, Anton Sujarwo mengatakan , bahwa keboan ini dimulai sejak pagi. Diawali dengan selamatan di empat penjuru desa . Bersamaan itu sejumlah petani yang telah kerasukan siap menjalani ritual keboan berkeliling desa mengikuti 4 penjuru mata angin .

"Keboan ini perayaan yang dinantikan oleh warga, semua bergotong royong dan bahkan warga desa yang tinggal di luar kota menyempatkan mudik untuk menghadiri acara ini," kata Anton.

Lewat tradisi ini bukan hanya rasa sukur karena hasil panen yang melimpah saja, tetapi juga memperkuat ikatan silaturahim dengan seluruh warga desa.

Acara keboan aliyan sangat berbeda dengan acara keboan yang ada di desa lainya di Banyuwangi. Sebab selain di ikuti kaum pria, juga di ikuti kaum wanita. Layaknya pemeran profesional, para wanita setempat membawa ogo-ogo berbentuk kerbau untuk di bawa keliling desa. (pul)


Berita Terkait

Tempo Doeloe
Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung
31-12-2019 | 00:14 wib

Rehat
Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen...selanjutnya
09-09-2019 | 11:31 wib

Rehat
Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
06-08-2019 | 07:30 wib

Rehat
Bersih Kampung, Kasur dan Tumpeng Hiasi Jalanan Desa Adat Ke...selanjutnya
05-08-2019 | 18:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062