15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Pusat Oleh-Oleh Haji dan Umroh Alami Kerugian Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren



Rehat
Prosesi Jamasan Keris Keraton Sumenep
Senin, 09-09-2019 | 15:42 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com  Sejumah keris peninggalan para raja-raja di Keraton Sumenep, serta peninggalan para empu, dijamas oleh para empu keris Desa Aeng Tong-Tong, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Jamasan tersebut secara khusus menggunakan 7 sumber air keramat, diantaranya, sumber air dari Taman Sare yang ada di lingkungan Keraton Sumenep.
Sembilan keris milik para raja Keraton Sumenep, serta peninggalan para empu keris di Sumenep, dijamas oleh 4 empu keris. Jamasan keris dimulai dengan pemukulan 9 kali tabuhan gong oleh pengawal kerajaan di dalam Makam Agung. Bunyi gong menandakan jamasan akan dimulai.

Air jamasan keris tersebut diambil dari dari 7 sumber air keramat. Di antaranya, diambil dari Taman Sare, yang ada di lingkungan keraton Sumenep. Satu persatu, air keramat dalam kendi dituangkan ke dalam nampan yang berisi kembang setaman.

Keempat empu yang bertugas melakukan penjamasan, menerima satu persatu keris yang dibawa oleh pengawal untuk dilangsungkan prosesi penjamasan. Lalu diakhiri dengan doa bersama untuk menghormati jasa para leluhur.

Wakil bupati Sumenep, Achmad Fauzi, mengatakan, kedepan, jamasan keris ini akan dijadikan sebagai bagian dari destinasi wisata budaya Kabupaten Sumenep. Tujuannya, untuk mendekatkan budaya terdahulu pada generasi muda.

Jamasan keris ini dihadiri oleh Forpimpda Kabupaten Sumenep, serta seluruh tosan aji dan empu keris seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut berjalan lancar, meskipun dalam momentum penting dan sakral tersebut tidak dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep, yang sekaligus merupakan Raja Keraton Sumenep. Ketidakhadiran tersebut disinyalir karena undangan ke luar kota. (yos)


Berita Terkait

Rehat
Prosesi Jamasan Keris Keraton Sumenep
09-09-2019 | 15:42 wib

Rehat
Warga Nganjuk Gelar Jamasan Pusaka di Bulan Suro
08-09-2019 | 09:16 wib

Peristiwa
Ritual Jamasan Gong Pradah Ricuh , Warga Pembawa Gong Saling...selanjutnya
02-12-2017 | 17:44 wib

Peristiwa
Berebut Tumpeng, Warga Saling Dorong dalam Ritual Jamasan Go...selanjutnya
13-12-2016 | 19:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062