Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren
Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Penjual Perlengkapan dan Oleh-Oleh Haji Terancam Rugi Puluhan Juta



Rehat
Kesakralan Bulan Suro, Puluhan Warga Ikut Ruwat Sukerta
Senin, 09-09-2019 | 16:19 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com  Tahun baru hijriyah atau yang biasa disebut bulan suro bagi orang jawa, dinilai sebagai bulan yang sakral. Di Kabupaten Mojokerto, momen bulan suro dimanfaatkan ratusan warga untuk menggelar ritual ruwat massal.
Pesertanya dari berbagai kota di Jawa Timur, mengikuti ritual ruwat sukerta massal di Pendopo Agung Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Ritual digelar di bulan suro penanggalan jawa ini, dipercaya bisa membuang sial dan membuka rezeki.

Sebelum dilakukan ritual, para peserta diwajibkan melepas pakaianya dan memakai kain putih. Ritual ini dilakukan dengan cara menyiramkan campuran tujuh jenis air suci dari ujung rambut hingga ujung kaki. Para peserta juga dipotong beberapa helai rambutnya sebagai simbol pembuangan energi negatif.

Peserta yang mengikuti ritual ini, bukan hanya orang dewasa saja. Sejumlah peserta juga mengajak anaknya, dengan harapan dapat membuang  sial dan membuka rezekinya di masa depan.

Menurut Ki Wiro Kandeg Wongso pemangku adat, tradisi ruwatan merupakan tradisi leluhur sejak jaman dulu. Ruwat ini sangat bermanfaat bagi manusia untuk menghilangkan balak dan membuka pintu rezeki.

"Air suci yang digunakan untuk meruwat peserta, diambil dari 14 petirtaan peninggalan Majapahit. Air tersebut diunduh tepat saat malam tahun baru suro lalu, dan dicampur menjadi satu," kata Ki Wiro Kandeg Wongso.

Usai pelaksanaan ruwatan massal, dilakukan doa bagi peserta ruwat dan diakhiri dengan rebutan berbagai peralatan rumah tangga dan nasi tumpeng. (pul)


Berita Terkait

Peristiwa
Peringati 1 Muharam, Warga Ponorogo Berebut Tumpeng Sedekah ...selanjutnya
06-09-2019 | 03:15 wib

Rehat
Sambut Bulan Suro, Warga Berebut Dawet Tolak Balak
02-09-2019 | 11:08 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Muharrom, Berkah Bagi Penjamas Keris
01-09-2019 | 23:30 wib

Rehat
Ruwat Semeru, Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi
01-09-2019 | 18:00 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062