Ekonomi Dan Bisnis
Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan
Rabu, 11-09-2019 | 00:05 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com  Kemarau panjang menyebabkan sejumlah waduk dan sungai di Kabupaten Tuban, kering kerontang. Akibatnya, lahan pertanian jagung rusak, karena tidak mendapat pasokan air cukup selama berbulan-bulan. Untuk menekan kerugian, petani terpaksa panen lebih awal, sehingga hasilnya menurun 40 persen.
Kondisi bendungan sungai Kedung Ireng di kaki perbukitan kapur Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban hanya terlihat bongkahan batu dan pasir berserakan di dasar sungai.

Kemarau panjang selama 4 bulan terakhir menyebabkan sejumlah sumber mata air mati. Air sungai kedung ireng pun terus surut, dan hanya menyisahkan sedikit genangan di sudut bendungan.

Dampaknya pada lahan pertanian jagung di Desa Genaharjo. Tanaman jagung tidak mendapat pasokan air cukup, sehingga rusak mengering. Bahkan beberapa diantaranya tumbuh kerdil tanpa menghasilkan bonggol.

Mbah Mijan, salah satu petani mengatakan, untuk mengurangi kerugian, petani panen lebih awal. "Akibatnya, hasil panen turun 40 persen dibanding waktu normal," ujarnya.

Petani berharap musim kemarau segera berakhir, sehingga mereka dapat memulai bercocok tanam kembali. "Semusim ini para petani merugi, karena tanaman banyak yang mati atau panen dini," imbuhnya. (yos)


Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan
11-09-2019 | 00:05 wib

Peristiwa
Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Al...selanjutnya
11-08-2019 | 06:15 wib

Peristiwa
Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
20-07-2019 | 03:15 wib

Peristiwa
Kemarau Panjang, Warga Jombang Kesulitan Air Bersih
26-10-2018 | 04:40 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062