Pelaku UMKM Jombang Dorong Pemerintah Segera Terapkan New Normal
PB Dikabulkan, Napi Teroris Asal Surabaya Bebas
Mobil PCR Dioperasikan Untuk Luar Daerah, Risma Mengamuk
Dua Penyuap Mantan Bupati Sidoarjo Divonis 20 Bulan
Pulang Melaut, Pencari Kupang Hilang Terseret Banjir
Kejar-Kejaran Dengan Polisi, Sepasang Kekasih Ditangkap Karena Gelapkan Mobil
Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan Desa
Balon Udara Berukuran Besar Nyangkut di Kabel Telkom Ponorogo
5 Anggota Keluarga Kluster Sampoerna Ditest Swab
Diduga Kelebihan Muatan, Truk Bermuatan Kaca Terguling
Pedagang Dari Luar Kota Diwajibkan Miliki Surat Keterangan Hasil Rapid Test
Dinkes Kembali Lakukan Rapid Test Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Batu
Diterjang Aliran Sungai, Jembatan Rusak, Akses Antar Desa Terputus
Cuitan Dokter di Twitter Viral, Pihak RS Royal Beri Klarifikasi
KPU Ngawi Segera Lanjutkan Tahapan Pilkada



Rehat
Media Piring Kaca, Seorang Seniman Melukis Gunakan Ampas Kopi
Rabu, 11-09-2019 | 05:05 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com  Limbah atau ampas kopi ditangan seorang seniman asal Kecamatan Kapongan, digunakan sebagai alat pewarna sebuah lukisan. Hasil karya lukisan tersebut dilukiskan ke sebuah media piring kaca. Butuh waktu 10 hingga 15 menit lukisan dari ampas kopi bisa dihasilkan.
Selain melukis ke daun kering dan kertas, Taufik juga bisa melukis ampas kopi menggunakan piring. Seniman 30 tahun asal Desa Wonokoyo Kecamatan Kapongan, bisa melahirkan berbagai karya seni lukis hanya menggunakan ampas kopi.

Melukis menggunakan ampas kopi lebih ekonomis, karena tak perlu mengeluarkan biaya. Taufik mengaku, hanya butuh waktu 10 hingga 15 menit untuk membuat sebuah karya lukis.

Melukis daun maupun kertas digunakan goresan tangan dan tusuk bamboo, dimana tusuk bambu berfungsi untuk memperhalus setiap bagian terkecil lukisannya.

Setiap goresan tangannya selalu melahirkan beragam makna, mulai lukisan pemandangan hingga melukis wajah seseorang menggunakan ampas kopi.

"Hasil imajinasi dtersebut memiliki nilai seni tinggi, juga memiliki tantangan tersendiri yaitu merubah yang biasa menjadi luar biasa," ujar Taufik.

Saat ini kata Taufik, seni lukis ampas kopi sudah mulai laku terjual di Pulau Bali dan ke beberapa daerah lain. Taufik bisa melukis sesuai pesanan pembelinya, termasuk membuat lukisan kaligrafi dan lukisan wajah. (yos)





Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062