Warga Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Pohon Jati
Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
Polisi Temukan Sapi Korban Pencurian
Kelabui Petugas, Miras Disembunyikan di Ladang Jagung
Pembelajaran Tatap Muka, Dindik Cek Kesiapan Sekolah
Paslon 2 Machfud-Mujiaman Siapkan 12 Ribu Saksi Tangguh Maju
Pemerintah Jatim Terus Mengelar Sinergi Forkopimda Untuk Ciptakan Pilkada Aman Damai
Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Dua Rumah dan Satu Gudang Penyimpanan Solar Ludes Terbakar
Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
KPU Surabaya Terapkan Protokol Kesehatan Pada Debat Publik Pilkada Surabaya
Pemkab Magetan Beli Mobil PCR Seharga Rp 4 Milyar
Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
BPBD Ponorogo Gelontorkan Ratusan Tandon Air ke Daerah Krisis Air



Tapal Kuda Dan Madura
Buntut Dari Dugaan Kekerasan Oknum Polisi, Mahasiswa Demo Polres Sampang
Senin, 16-09-2019 | 19:17 wib
Reporter : Ali Muhdor
Sampang pojokpitu.com  Dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian Polres Sampang saat mengamankan demostrasi kenaikan iuaran BPJS di depan gedung DPRD Sampang berbuntut panjang. Mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Indonesia Islam mendatangi kantor Mapolres Sampang dan menuntut pihak Polres Sampang untuk meminta maaf di muka umum.
Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sampang melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolres Sampang. Aksi ini merupakan buntut dari adanya tindakan represif dan premanisme yang dilakukan oleh oknum Polres Sampang saat aksi penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan di depan gedung DPRD Kabupaten Sampang.

Massa merasa kecewa dan melakukan aksi teatrikal tindakan kekerasan kepada mahasiswa oleh oknum polisi Polres Sampang di depan aparat kepolisian. Hal ini sebagai bentuk matinya keadilan di Polres Sampang.

Mahasiswa menuntut Kepolisian Resort Sampang meminta maaf secara terbuka di muka umum dan menindak tegas oknum polisi yang bertindak represif terhadap demonstran.

Syaifullah selaku korlap mengatakan tindakan oknum kepolisian pada saat aksi kenaikan iuran BPJS waktu lalu merupakan tindakan yang tidak manusiawi. "Pihak keamanan yang dicitrakan sebagai penegak hukum dan keamanan tercoreng akibat ulah oknum yang telah bertindak kasar dan mencederai amanah undang-undang yang telah dibebankan di pundaknya," tutur Syaifullah.

Selain itu, mahasiswa mengancam jika tuntutannya tidak diindahkan sebelum pindah tugas dari Sampang, maka pihaknya akan menempuh langkah hukum ke Kapolda Jatim.(end)






Berita Terkait

Peristiwa
Buntut Dari Dugaan Kekerasan Oknum Polisi, Mahasiswa Demo Po...selanjutnya
16-09-2019 | 19:17 wib

Peristiwa
Mahasiswa Demo, Pertanyakan Alasan Paripurna DPRD di Hotel B...selanjutnya
16-07-2019 | 13:00 wib

Metropolis
Mahasiswa Sidoarjo Bentrok Dengan Satpol PP, Banyak yang Ter...selanjutnya
04-07-2019 | 11:58 wib

Peristiwa
Demo PMII Tolak Impor Garam Berlangsung Ricuh
09-02-2018 | 15:29 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062