Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Walikota Waspadai Klaster Baru, Imbau Warga Disiplin Prokes
Jatuh Bangun Para Seniman dan Komedian di Tengah Pandemi
Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Khofifah Bagikan Bantuan Kesehatan, Uang Tunai dan Sembako untuk Bakorwil V
Warga Keluhkan Sulit Mendapatkan Gas Lpg 3 Kg
DPRD Desak In Lounge Pub dan Karaoke Ditutup Total
Pengenaan Denda Perdana Banyak Warga Kaget dan Tidak Siap Uang Denda
Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jembatan Penghubung Magetan-Ponorogo Mulai Diperbaiki
Dewan Desak Pemerintah Daerah Keluarkan Aturan Tegas Terkait Jebakan Tikus



Tapal Kuda Dan Madura
Buntut Dari Dugaan Kekerasan Oknum Polisi, Mahasiswa Demo Polres Sampang
Senin, 16-09-2019 | 19:17 wib
Reporter : Ali Muhdor
Sampang pojokpitu.com  Dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian Polres Sampang saat mengamankan demostrasi kenaikan iuaran BPJS di depan gedung DPRD Sampang berbuntut panjang. Mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Indonesia Islam mendatangi kantor Mapolres Sampang dan menuntut pihak Polres Sampang untuk meminta maaf di muka umum.
Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sampang melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolres Sampang. Aksi ini merupakan buntut dari adanya tindakan represif dan premanisme yang dilakukan oleh oknum Polres Sampang saat aksi penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan di depan gedung DPRD Kabupaten Sampang.

Massa merasa kecewa dan melakukan aksi teatrikal tindakan kekerasan kepada mahasiswa oleh oknum polisi Polres Sampang di depan aparat kepolisian. Hal ini sebagai bentuk matinya keadilan di Polres Sampang.

Mahasiswa menuntut Kepolisian Resort Sampang meminta maaf secara terbuka di muka umum dan menindak tegas oknum polisi yang bertindak represif terhadap demonstran.

Syaifullah selaku korlap mengatakan tindakan oknum kepolisian pada saat aksi kenaikan iuran BPJS waktu lalu merupakan tindakan yang tidak manusiawi. "Pihak keamanan yang dicitrakan sebagai penegak hukum dan keamanan tercoreng akibat ulah oknum yang telah bertindak kasar dan mencederai amanah undang-undang yang telah dibebankan di pundaknya," tutur Syaifullah.

Selain itu, mahasiswa mengancam jika tuntutannya tidak diindahkan sebelum pindah tugas dari Sampang, maka pihaknya akan menempuh langkah hukum ke Kapolda Jatim.(end)






Berita Terkait

Peristiwa
Buntut Dari Dugaan Kekerasan Oknum Polisi, Mahasiswa Demo Po...selanjutnya
16-09-2019 | 19:17 wib

Peristiwa
Mahasiswa Demo, Pertanyakan Alasan Paripurna DPRD di Hotel B...selanjutnya
16-07-2019 | 13:00 wib

Metropolis
Mahasiswa Sidoarjo Bentrok Dengan Satpol PP, Banyak yang Ter...selanjutnya
04-07-2019 | 11:58 wib

Peristiwa
Demo PMII Tolak Impor Garam Berlangsung Ricuh
09-02-2018 | 15:29 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062