Enam Tahanan Lapas Jombang Positif Covid 19
Dua CJH Asal Indonesia Dilarang Wukuf karena Terpapar Covid-19
Ratusan ASN Pemkab Bojonegoro Ikuti Rapid Tes, 8 Orang Dinyatakan Reaktif
Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Untuk Korban Fetish
Diduga Sakit Jantung, Penjaga Perumahan Meninggal Mendadak
Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Resmi, Nasdem Serahkan Rekomendasi Balon Bupati Pada Gagarin
Era New Normal, Dindik Madiun Tetap Larang KBM Tatap Muka
Puluhan Guru Jalani Rapid Test, Dinkes Madiun Rekomendasikan Karantina Mandiri
Partai Gerindra Resmi Turunkan Surat Rekomendasi Untuk Calon Petahana di Pilkada Trenggalek
Rekom Gerindra Untuk Bakal Calon Bupati Bambang Haryo Masih Menjadi Teka Teki
Butuh Uang Untuk Bertahan Hidup, Ibu Tiga Anak Jadi Pengedar Sabu-Sabu
Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo



Peristiwa
Human Error Jadi Faktor Dominan Kecelakaan di Surabaya
Jum'at, 20-09-2019 | 08:10 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Hera Widyastuti, Pakar Transportasi ITS
Surabaya pojokpitu.com  Tingginya angka kecelakaan di Surabaya ditengarai adanya kelalaian pada pengendara. Namun, kurang teraturnya marka atau adanya jalan bergelombang di sejumlah daerah di Surabaya, juga turut menjadi penyebabnya.
Hera Widyastuti, Pakar Transportasi ITS menyebut, faktor dominan kecelakaan di Surabaya adalah human error, lantaran masyarakat tak taat rambu lalu lintas.

"Namun tak seluruhnya yang mentaati aturan justru terhindar dari kecelakaan. Karena, umumnya kecelakaan disebabkan oleh multifaktor," kata Hera Widyastuti.

Kondisi jalanan Surabaya yang bergelombang, serta sejumlah marka yang dinilai tak tepat dalam peletakkannya, turut menjadi pemicu tingginya angka kecelakaan.

Namun tak seluruhnya jalan bergelombang dan jalan lubang merupakan milik Pemkot Surabaya. "Seperti jalan kalianak, status kepemilikannya justru milik Pemprov Jatim. Akibatnya yang terimbas adalah warga Surabaya," ujar Hera Widyastuti, Pakar Transportasi ITS.

Hera mengakui jika kondisi jalan Surabaya sudah cukup bagus. Hanya saja, pengenalan dan pemahaman rambu-rambu lalu lintas pada masyarakatnya masih kurang.

Sehingga, sosialisasi melalui karang taruna, maupun kelurahan patut digalakkan. "Memiliki SIM saja tidak cukup, jika belum memahami dan menguasai rambu-rambu lalu lintas," tuturnya. (yos)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062