Dinsos Jatim Datangi Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Obat dan Vaksin Covid-19 Racikan Unair Masuk Tahap Uji Klinis
18 PAC PKB Sepakat Usung Cabup Dan Cawabup Dari Kader Internal
Sebanyak 664 Warga Sidoarjo Sembuh dari Covid 19
Saat Ini Baru Ada 9 Daerah Yang Rekomnya Sudah Turun Dari DPP PDIP
Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Tim Gugus Penanggulangan Covid Lamongan Tak Akan Tutup Puskesmas Mantup
100 Dokter Alumni Gontor Ikut Partisipasi Penanganan Covid 19
Polisi Lacak Pelaku Tawuran Di Jam Malam Covid 19
Kesal Dengan Sikap Camat, Ratusan Petani Palawija dan Tambak Datangi Balai Desa
Panen, Petani Tebu Keluhkan Harga Gula Anjlok
Pasokan Bahan Baku Gula Terhambat, Buruh Pabrik Wadul Komisi B DPRD Jatim
Puluhan Santri Gontor Reaktif dan Diisolasi
Modus Baru, Bawa Mobil Pribadi Curi Kayu Sonokeling
KPU Kabupaten Malang : Soal Penyelenggaraan Pilkada Ada 3 Opsi



Mataraman
Bingung Tempat Upacara, Alun-Alun Nganjuk Kembali Dibongkar
Senin, 30-09-2019 | 18:00 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com  Alun-alun Nganjuk yang baru dibangun sekitar 3 tahun lalu periode bupati Taufiqurrahman, kini pada jaman bupati Novi, bagunan yang masih kokoh itu dibongkar.
Pembongkaran dilakukan disebagian titik tertentu dengan anggaran Rp 180 juta. Dari pembongkaran itu terlihat material dan besi cor bangunan yang masih kuat.

Menurut Kapala Dinas Lingkungan Hidup Tri Wahyu Kuncoro, pemnongkaran terpaksa dilakukan karena pemerintah ingin memfungsikan kembali alun-alun sebagai tempat untuk upacara. "Sebab bangunan peninggalan bupati lama dinilai tidak representatif sebagai tempat untuk upacara," ujarnya.

Pembagunan menelan dana APBD senilai Rp 180 juta dan ditargetkan ahir tahun ini bangunan harus sudah selesai.

"Sebagian tempat mainan anak-anak dibongkar dan kondisi tanah yang berlubang, akan diuruk dan diratakan dengan tanah," ujar Tri Wahyu Kuncoro.

Pembangunan itu juga ada korelasi dengan pembangunan pagar Pemkab Nganjuk, "Sehingga yang selama ini upacara ditempatkan di depan pendopo tidak bisa lagi, hingga harus di tempatkan di alun-alun," imbuhnya.

Sekitar tahun 2016 lalu, Pemerintah Nganjuk membangun Alun-Alun Nganjuk senilai 3 Rp miliar lebih dan tahun ini Alun-Alun kembali dibongkar secara bertahap. (yos)




Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062