Tempo Doeloe
Mengenang Sejarah Kelam Pemberontakan PKI di Madiun
Selasa, 01-10-2019 | 14:29 wib
Reporter : Tova Pradana
Ahmad Dawami , Bupati Madiun mengatakan, tragedi pembunuhan oleh Partai Komunis Indonesia perlu diperingati. Foto Tova
Madiun pojokpitu.com  Sejumlah pelajar, pejabat dan Forpimda di Kabupaten Madiun menggelar upacara di Monumen Kresek di Desa Kresek , Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Upacara sekaligus mengenang tragedi pemberontakan PKI pimpinan Muso di Madiun tahun 1948 lalu.
Dalam sejarah, di sekitar monumen kresek inilah jenazah sejumlah tokoh yang dibantai PKI dimakamkan dalam satu lubang.

Usai mengikuti upacara peringatan hari kesaktian Pancasila, peseta juga melihat miniatur relief, perjalanan sejarah keganasan PKI. Mereka juga mendapat penjelasan dari ahli sejarah tentang keganasan PKI Madiun 1948.

Kejadian tahun 1948 tersebut dinamakan peristiwa Madiun atau Madiun Affairs. Di mana saat itu telah terjadi penculikan tokoh-tokoh masyarakat. Baik tokoh sipil, militer, masyarakat, dan agama. Mereka ditawan dan dibawa ke atas bukit Desa Kresek untuk dibunuh. Sementara mayatnya ditumpuk dan dibuang di sebuah lubang.

Kekuatan pasukan pendukung Muso akhirnya kocar kacir setelah digempur dari 2 arah. Dari barat oleh Pasukan divisi 2 di bawah pimpinan Kolonel Gatot Subroto, serta pasukan dari Divisi Siliwangi. Sedangkan dari timur diserang pasukan dari divisi 1, dibawah pimpinan Kolonel Sungkono, dan pasukan mobiele Brigade Besar Jawa Timur, di bawah pimpinan M Yasin. Muso akhirnya ditangkap dan ditembak mati di Ponorogo. Namun Gubenur Jatim Suryo juga ikut menjadi korban keganasan PKI Madiun ini. (pul)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062