Hukum
Enam Terdakwa Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Mulai Diadili
Senin, 07-10-2019 | 19:09 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com  Perkara amblesnya Jalan Raya Gubeng, yang terjadi 18 Desember 2018 lalu, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya. Enam terdakwa yang merupakan kontraktor dan pemilik proyek diadili dengan didakwa pasal berlapis. Dalam dakwaan, anak Walikota Surabaya, Fuad Bernardi dan Eri Cahyadi, masuk daftar saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan.
Dalam sidang perdana kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng ini, pembacaan terhadap enam terdakwa dilakukan terpisah, di ruang cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin siang. Tiga terdakwa dari PT Nusa Konstruksi Enjinering, yakni Budi Susilo , Direktur PT NKE, Rendro Widoyoko, Project Manager PT NKE dan Aris Priyanto, Site Manager PT NKE, menjalani sidang terlebih dahulu.

Dalam surat dakwaan, jaksa Rahmat Hari Basuki dari Kejati Jatim membeberkan kesalahan para terdakwa, atas amblesnya Jalan Raya Gubeng, yang terjadi pada 18 Desember 2018 lalu. Ketiga terdakwa dinilai telah melakukan perbuatan serta dengan sengaja menghancurkan Jalan Raya Gubeng. Perbuatan terdakwa jelas melanggar pasal 192 ayat 1 KUHP . Pasal 63 ayat 1 UU RI nomor 38 tahun 2004 tentang jalan dan pasal 55 ayat 1 KUHP.

Atas dakwaan jaksa ini, ketiga terdakwa tak mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Usai persidangan, jaksa Hari Basuki menyebut akan menghadirkan saksi Eri Cahyadi, selaku Kepala Dinas Cipta Karya dan Fuad Bernardi, anak Walikota Surabaya Tri Rismaharini masuk dalam daftar saksi yang akan dihadirkan pada sidang berikutnya.

Usai sidang pertama, sidang dilanjutkan dengan tiga terdakwa lainnya dari PT Saputra Karya. Mereka adalah Ruby Hidayat, selaku Project Manager, Lawi Handriyan selaku Struktur Enjinering Supervisor, dan Aditya Kurniawan Eko Yuwono selaku Stuktur Supervisor PT Saputra Karya.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa Dhini Ardhani, sama persis dengan dakwaan tiga terdakwa sebelumnya. Atas dakwaan jaksa ini, keenam terdakwa tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan, dan akan membuktikan bila keenam terdakwa tidak bersalah atas amblesnya Jalan Raya Gubeng.

Untuk diketahui, Jalan Raya Gubeng ambles pada 18 Desember 2018 sekitar jam 20.00. Amblesnya Jalan Gubeng tersebut merupakan efek dari adanya pengerjaan proyek galian basement samping Rumah Sakit Siloam milik PT Saputra Karya, yang dikerjakan oleh PT Nusa Kontraktor Engeenering. (end)






Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062