Disparta Tinjau Persiapan Hotel Yang Akan Kembali Buka
Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test Ulang
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Zona Merah Terdampak Covid 19
Seorang Karyawati Swalayan di Ponorogo Positif Covid 19
Setubuhi Gadis Bawah Umur, 2 Pemuda Tulungagung Ditangkap Polisi
5 Pasien Positif Corona Di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh
Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Dibebaskan Menjadi Tahanan Kota
Sebelum Gantung Diri, Diduga Suami Terlebih Dahulu Bunuh Istrinya
DPO Begal Truk Muatan Kerbau Ditangkap Tim Jatanras
Tanggapan DPRD Terkait Sekolah Masuk di Tengah Pandemi
Belasan Tahun Nabung Pedagang Perabotan Sedih Gagal Berangkat Haji Tahun Ini
Rencana New Normal, Ratusan Warga Masih Berdesakan di Pasar Tradisional
Muncul Transmisi Lokal, Pasar Peterongan Ditutup
Positif Covid 19, Warga Peneleh Dikarantina
Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu



Mataraman
Kemarau Berkepanjangan, Anggaran Bantuan Air Bersih Masih Mencukupi
Kamis, 10-10-2019 | 04:21 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com  Selama musim kemarau dan bencana kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih di lima kecamatan di Tulungagung, membuat BPBD setempat, berupaya terus melakukan penyaluran air bersih terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih . Droping air bersih yang menggunakan anggaran dari APBD ini , diklaim cukup untuk memenuhi bantuan penyaluran air bersih hingga berakhirnya musim kemarau .
Krisis air bersih yang terjadi di 5 kecamatan di Tulungagung, yakni Kecamatan Kalidawir, Pucanglaban, Tanggunggunung, Besuki, dan Kecamatan Pagerwojo, membuat pihak BPBD setempat, terus berupaya melakukan penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan air bersih.

Secara bergiliran, dalam 1 hari, BPBD mampu menyalurkan 6 hingga 7 kali pengiriman air bersih ke desa yang mengalami krisis air bersih.

Menurut Kepala BPBD Tulungagung, Suroto, untuk kemarau tahun ini, jumlah desa mengalami krisis air bersih mengalami penurunan, jika dibanding tahun sebanyak 15 desa dan saat hanya 9 hingga 10 desa di 5 kecamatan. Karena di beberapa desa , sumber air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari, masih mengeluarkan air, meski debitnya kecil, sehingga masih cukup untuk keperluan memasak dan air minum.

Anggaran yang disediakan untuk menyalurkan air bersih ke 10 desa, yang berasal dari APBD Kabupaten Tulungagung, diklaim cukup hingga berakhirnya bencana krisis air bersih. "Jika anggaran tersebut, menipis, pihak BPBD Tulungagung, akan mengajukan bantuan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur," kata Suroto, Kepala BPBD Tulungagung.

Sebelumnya, bencana krisis air bersih di Tulungagung, memasuki awal bulan September, semakin meluas, dari sebelumnya 5 desa di 2 kecamatan meluas menjadi 9 hingga 10 desa di 5 kecamatan dan 1 desa, yakni Desa Kradinan , Kecamatan Pagerwojo di lereng Gunung Wilis, yang sepanjang tahun tidak pernah mengalami krisis air bersih, kini juga mengalami krisis air bersih.(end)


Berita Terkait

Peristiwa
Pipanisasi Putus, BPBD Droping Air Bersih ke Dua Dusun
03-03-2020 | 22:10 wib

Rehat
Viral, Sumber Mata Air ini Dipercaya Menyembuhkan Penyakit
12-02-2020 | 01:09 wib

Peristiwa
Tim Gabungan Revitalisasi Saluran Air di Puncu
15-01-2020 | 16:48 wib

Peristiwa
Kemarau Berkepanjangan Warga Desa di Probolinggo Alami Krisi...selanjutnya
08-12-2019 | 03:09 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062