Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test Ulang
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Zona Merah Terdampak Covid 19
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Di Zona Merah Terdampak Covid 19
Seorang Karyawati Swalayan di Ponorogo Positif Covid 19
Setubuhi Gadis Bawah Umur, 2 Pemuda Tulungagung Ditangkap Polisi
5 Pasien Positif Corona Di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh
Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Dibebaskan Menjadi Tahanan Kota
Sebelum Gantung Diri, Diduga Suami Terlebih Dahulu Bunuh Istrinya
DPO Begal Truk Muatan Kerbau Ditangkap Tim Jatanras
Tanggapan DPRD Terkait Sekolah Masuk di Tengah Pandemi
Belasan Tahun Nabung Pedagang Perabotan Sedih Gagal Berangkat Haji Tahun Ini
Rencana New Normal, Ratusan Warga Masih Berdesakan di Pasar Tradisional
Muncul Transmisi Lokal, Pasar Peterongan Ditutup
Positif Covid 19, Warga Peneleh Dikarantina
Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu



Mataraman
Air Telaga Mengering, Warga Berburu Ikan Air Tawar
Kamis, 10-10-2019 | 05:15 wib
Reporter : Edwin Adji
Pacitan pojokpitu.com  Akibat musim kemarau panjang, sejumlah sumber mata air banyak yang mulai menyusut. Bahkan air Telaga Guyang Warak di Kecamatan Punung Pacitan yang biasa digunakan sebagai irigasi pertanian dan tempat pemancingan pun tak luput dari kekeringan. Air telaga yang mengalami penyusutan dengan cepat itu pun dimanfaatkan warga untuk berburu ikan.
Telaga Guyang Warak yang ada di Dusun Ngaritan, Desa Kendal, Kecamatan Pringkuku Pacitan, memasuki puncak musim kemarau. Debit air yang ada di telaga tersebut mengalami penyusutan dengan cepat. Telaga yang biasanya digunakan sebagai irigasi pertanian dan tempat pemancingan itu sekarang nyaris kering kerontang.

Penyusutan air telaga tersebut dimanfaatkan warga sekitar untuk berburu ikan air tawar. Setiap hari warga sekitar mencari berbagai jenis ikan, mulai dari ikan nila, ikan gabus, hingga udang. Demikian dikatakan Heru Ari Wibowo, salah satu warga.

"Kondisi air Telaga Guyang Warak ini telah mengering sekitar dua bulan terakhir. Selain digunakan sebagai irigasi pertanian, sebelumnya Telaga Guyang Warak  ini juga dimanfaatkan warga untuk mencuci. Namun kini kondisinya tidak lagi, lantaran air yang tersisa di telaga tersebut sudah bercampur dengan lumpur," tutur Johan Apriyanto, warga setempat.

Kemarau panjang yang terjadi kali ini dinilai lebih parah dibandingkan tahun lalu. Namun warga merasa beruntung lantaran tak lagi mengandalkan air telaga ini  untuk keperluan sehari-hari. Meski demikian, penyusutan air telaga akibat kemarau panjang kali ini, berdampak terhadap mecetnya irigasi pertanian di wilayah tersebut.(end)


Berita Terkait

Peristiwa
Lebih Dari Satu Juta Liter Air Bersih Dikirim Untuk Warga Te...selanjutnya
03-10-2019 | 00:14 wib

Peristiwa
Ratusan Warga Tempuran Nganjuk Kekurangan Air Bersih
16-07-2018 | 09:31 wib

Peristiwa
Bencana Kekeringan Tiga Desa di Wilayah Kecamatan Ngoro Mojo...selanjutnya
08-06-2018 | 18:28 wib

Peristiwa
Kian Meluas, Bojonegoro Tetapkan Status Darurat Kekeringan
21-09-2017 | 12:12 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062