Seorang Karyawati Swalayan di Ponorogo Positif Covid 19
Setubuhi Gadis Bawah Umur, 2 Pemuda Tulungagung Ditangkap Polisi
5 Pasien Positif Corona Di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh
Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Dibebaskan Menjadi Tahanan Kota
Sebelum Gantung Diri, Diduga Suami Terlebih Dahulu Bunuh Istrinya
DPO Begal Truk Muatan Kerbau Ditangkap Tim Jatanras
Tanggapan DPRD Terkait Sekolah Masuk di Tengah Pandemi
Belasan Tahun Nabung Pedagang Perabotan Sedih Gagal Berangkat Haji Tahun Ini
Rencana New Normal, Ratusan Warga Masih Berdesakan di Pasar Tradisional
Muncul Transmisi Lokal, Pasar Peterongan Ditutup
Positif Covid 19, Warga Peneleh Dikarantina
Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Mangkir Jaga Check Poin, PNS Nyabu Ditangkap
Setan Sembunyi



Mataraman
Bahas Limbah, Pertemuan DLH Belum Hasilkan Solusi
Kamis, 10-10-2019 | 06:23 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com  Protes demi protes yang dilayagkan warga terdampak limbah penyamakan kulit di Magetan, mendapat respon dari pemerintah setempat. Responnya sama, menggelar rapat. Namun rapat di DLH belum membuahkan hasil.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan menginisiasi pertemuan antara pengusaha penyamakan kulit, dengan warga yang terdampak bau limbah, utamanya di sepanjang aliran Sungai Gandong.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Magetan, Saif Muhlissun, mengatakan, pertemuan antara pengusaha penyamakan kulit dengan warga terdampak, sebagai upaya untuk mengurai permasalahan bau limbah yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Selama ini, ada saling klaim antara pengusaha penyamakan kulit, dengan warga terdampak. Pengusaha mengklaim sudah ada perbaikan LIK, akan tetapi warga mengklaim, hingga saat ini masih ada bau yang menyengat.

Tak ada solusi yang dihasilkan dalam rapat tersebut. DLH berencana akan ada pertemuan lagi. Sebagian menilai, pertemuan tersebut percuma, karena sudah sering dilakukan sebelumnya.

Selama ini, warga yang tinggal di sepanjang Sungai Gandong, harus menghirup bau tidak sedap setiap hari. Akibat  limbah penyamakan kulit yang mencemari aliran Sungai Gandong. Warga terdampak limbah penyakaman kulit, hanya butuh bukti nyata, dengan tidak ada lagi bau di aliran Sungai Gandong.(end)


Berita Terkait

Peristiwa
Limbah Beracun Ahirnya di Nganjuk Dievakuasi
27-02-2020 | 11:01 wib

Peristiwa
Manfaatkan Limbah Plastik, Seorang Pemuda Ciptakan Lukisan B...selanjutnya
22-02-2020 | 08:19 wib

Peristiwa
DLH Kesulitan Temukan Asal Muasal Dugaan Limbah Busa Cemari ...selanjutnya
21-02-2020 | 12:24 wib

Peristiwa
Bupati Pasuruan Diminta Bentuk Terpadu Terkait Busa Cemari S...selanjutnya
16-02-2020 | 21:14 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062