Ekonomi Dan Bisnis
Air Susah, Harga Jagung Juga Anjlok
Kamis, 10-10-2019 | 12:50 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com  Selain harus bekerja keras memenuhi kebutuhan air saat kemarau, para petani jagung di Magetan, juga harus menerima realitas pahit. Karena, harga jagung saat musim panen justru turun.
Berita Video : Air Susah, Harga Jagung Juga Anjlok
Sejak awal bulan Oktober 2019 sejumlah petani jagung di Kabupaten Magetan, mulai memanen tanaman jagungnya. Namun, para petani tidak bisa sumringah seperti musim panen sebelumnya. Karena harga jagung di tingkat petani turun sejak masuk musim panen.

Pengakuan petani jagung, Jumiran, harga jagung pipil kering hanya dihargai Rp 3.700 perkilogramnya atau turun sebanyak Rp  1000 dibanding panen sebelumnya, yang masih berada di angka  Rp 4.700.

Kondisi ini menyebabkan para petani merugi apalagi saat musim kemarau, mereka harus mengeluarkan biaya lebih untuk biaya irigasi karena susahnya mendapat air untuk kebutuhan pertanian mereka.

"Petani baru bisa mendapat keuntungan, apabila harga jagung di atas Rp 4.000," ujar Jumiran.

Meskipun harga murah, petani tetap menjualnya karena jagung tidak bisa disimpan layaknya padi. Petani berharap ada peran pemerintah, yang bisa menjaga harga jagung di tingkat petani agar tetap stabil. (yos/vd:yan)


Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Petani Mengeluh Akibat Harga Jual Jagung Turun
23-06-2019 | 00:18 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Berkah Kekeringan Harga Jagung Naik 2,5 Persen
26-10-2018 | 03:17 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062