DPO Begal Truk Muatan Kerbau Ditangkap Tim Jatanras
Tanggapan DPRD Terkait Sekolah Masuk di Tengah Pandemi
Belasan Tahun Nabung Pedagang Perabotan Sedih Gagal Berangkat Haji Tahun Ini
Rencana New Normal, Ratusan Warga Masih Berdesakan di Pasar Tradisional
Muncul Transmisi Lokal, Pasar Peterongan Ditutup
Positif Covid 19, Warga Peneleh Dikarantina
Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Mangkir Jaga Check Poin, PNS Nyabu Ditangkap
Setan Sembunyi
Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Tukang Sablon Pakai Ganja Selama Empat Tahun Jalani Persidangan Online
Ratusan Warga Arak Pasien Covid Sembuh Keliling Kampung
Populer di Play Store, Aplikasi Anti-China Sudah Dihapus Google
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD



Ekonomi Dan Bisnis
Mentan Apresiasi Perkembangan Peternakan di Jawa Timur
Kamis, 10-10-2019 | 18:46 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com  Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, Kamis siang menghadiri acara rapat evaluasi Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian mengapresiasi peternakan sapi di Jawa Timur yang dinilai berkembang sangat pesat, dan menargetkan Jatim menjadi percontohan produksi sapi.
Hadir dalam acara rapat evaluasi dan peningkatan kapasitas SDM di Surabaya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku kagum dengan perkembangan produksi sapi di Jawa Timur. Jumlah pertumbuhannya mencapai lebih dari 1 juta ekor per tahun. Bahkan jumlah ini mampu memenuhi 40 persen dari kebutuhan sapi nasional.
 
Amran menargetkan Jawa Timur bisa menjadi percontohan produksi sapi bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap untuk membantu provinsi lain, dalam mewujudkan swasembada protein hewani.
 
Salah satunya dengan mengirim inseminator ke provinsi lain. Mengingat di Jatim jumlah inseminator mencapai 1.438 orang. 1.295 orang atau 90 persen diantaranya, bahkan telah mengantongi sertifikat kompetensi profesi. Jatim sendiri bahkan menargetkan dapat melakukan inseminasi buatan atau kawin suntik sebanyak 1,3 juta ekor sapi, atau 43 persen dari target nasional.
 
"Tingkat ekspor kali ini naik hingga mencapai 9 juta ton, yakni dari 32 ton jumlah ekpor kini mencapai 42 juta ton, dengan ekspor tertinggi yakni  jagung, bawang merah, karet, pinaple, dan sarangburung wallet yang kini mulai banyak masuk ke negara asing," pungkas Amran. (end)





Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Menteri Koordinator Perekonomian Siapkan Jagung Untuk Kebutu...selanjutnya
15-12-2018 | 05:30 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Semarakan HUT Kota Batu, Dinas Pertanian Gelar Pameran Peter...selanjutnya
15-11-2018 | 09:17 wib

Peristiwa
Diprotes Warga, Pemilik Peternakan Ayam Pilih Tutup Usaha
08-03-2018 | 17:09 wib

Peristiwa
Kepala DLH: Peternakan Ayam Pasti Berbau
07-03-2018 | 16:39 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062