Ekonomi Dan Bisnis
Meski Telah Dilarang, Pedagang Kecil Tolak Kebijakan Larangan Minyak Curah
Kamis, 10-10-2019 | 18:50 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com  Meski telah dibatalkan oleh Kementerian Perdagangan, kebijakan pelarangan minyak curah menimbulkan kontroversi, karena dapat merugikan pedagang kecil dan masyarakat .
Terkait kebijakan Kementerian Perdagangan yang melarang peredaran mimyak curah pada tahun 2020 mendatang, karena dinilai tidak terjamin kualitas maupun kebersihannya. Namun setelah mengeluarkan kebijakan tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menarik kembali kebijakan tersebut.
 
Kebijakan ini pun menimbulkan kontroversi, khususnya di kalangan pedagang kebutuhan pokok, yang menyebut jika kebijakan ini jadi diterapkan tentu akan merugikan pedagang maupun pembeli.

Menurut Wahyuni, salah satu pedagang di Pasar Wonokromo Surabaya , tidak semua orang mampu membeli minyak goreng kemasan yang harganya lebih mahal . Karena minyak curah dijual dalam berbagai ukuran mulai dari 250 gram , 500 gram hingga satu kilogram.
 
Ia menambahkan, harga minyak curah ini lebih murah yakni, Rp 3 ribu per 250 gram, Rp 6 ribu per 500 gram , dan  Rp 11 ribu per 1 kilogram, karena itu lebih diminati pembeli.
 
Dalam satu hari, Wahyuni mampu menjual hingga 3 galon minyak per hari. Per galonnya berisi 17 kilogram minyak. Ia juga memastikan, minyak curah yang ia jual bersih dan ia langsung mengambil dari pabrik .(end)




Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062