Masa Pandemi Covid 19, Perajin Peti Mati Banjir Order
Fetish Jarik Modus Riset Karena Dorongan Seksual
Penjual Umbul - Umbul Agustusan Kini Sepi Pembeli
Viral di IG, Anak Usir Orang Tua Sambil Diteriaki Maling
Kakek Meninggal Dunia Saat Memancing di Laut
Sambutan di KLB Gerindra, Jokowi Bicara Krisis saat Pandemi Covid-19
Akhirnya Gresik Masuk Zona Oranye Covid-19
Kakak Adik di Tuban Kompak 4 Kali Curi Motor
Panen Porang Melimpah, Petani Untung Ratusan Juta Rupiah
Sekolah Berasrama Boleh Buka, Tapi Secara Bertahap
Frustasi Gagal Panen, Petani Bakar Tanaman Padinya
UGD Rumah Sakit R Soedarsono Ditutup 1 Hari Setelah Nakes Positif Corona
Melayat Drive-Through
Kantor Imigrasi Ponorogo Akan Naik Status Kelas II
Perjuangan Pelajar di Pegunungan Cari Sinyal Untuk Belajar Daring



Rehat
Ratusan Warga Berebut Tumpeng Salak Raksasa
Sabtu, 12-10-2019 | 14:00 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com  Ribuan warga Dusun Karang Tengah, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, tumpah ruah ke jalan desa setempat, untuk menyaksikan kirab gunungan salak.
Sebayak dua setenggah ton yang dibentuk menjadi tumpeng raksasa, sebelum di perebutkan warga, diarak keliling kampung sejauh satu kilo meter menuju sumber mata air ngerong dan kembali menuju tenggah kampung salak.

Dengan diiringi arak-arakan yang diikuti oleh ratusan warga, serta sang ratu goa ngerong yang menaiki kereta kuda, lengkap dengan para dayangnya.

Setelah semua ritual dilakukan, serta secara simbolis Wakil Bupati Tuban, memetik buah salak dari tumpeng salak raksasa. Warga yang sudah menunggu sejak pagi tidak sabar, untuk berebut buah manis khas desa setempat.

Warga yang rebutan tidak hanya orang tua bahkan anak-anak pun, tidak ingin ketinggalan untuk mendapatkan salak. Krisna, peserta rebutan gunungan, mengatakan, warga meyakini dengan ikut rebutan salak ini, bisa mendapatkan berkah serta berharap tradisi rebutan tumpeng salak ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya.

Mundhir, Ketua Panitia, mengatakan, tradisi ini sengaja digelar untuk memperkenalkan hasil bumi, yaitu buah salak yang sudah terkenal puluhan tahun silam. "Sehingga dengan adanya pembukaan kampung salak ini, diharapkan masyarakat luas dapat mengetahui adanya kampung salak," ucap Mundhir.

Selain itu, pawai arak-arakan tumpeng salak yang dikawal oleh putri ngerong itu adalah sebagai wujud  syukur warga kampung, yang selama ini tidak pernah kekurangan air bersih yang hingga kini terus mengalir dari sumber goa ngerong.

Selain kirab dan rebutan tumpeng salak. Dalam kegiatan ini juga ada pameran budaya jawa, seniman lukis, bazar, serta jagongan budaya untuk melihat potensi desa. (yos)


Berita Terkait

Rehat
Ratusan Warga Berebut Tumpeng Salak Raksasa
12-10-2019 | 14:00 wib

Rehat
Dianggap Berkah, Ribuan Warga Berebut Tumpeng Genilangit
29-09-2019 | 15:49 wib

Rehat
Ribuan Emak-Emak Rebutan Tumpeng Olahan Ikan Laut
02-09-2019 | 12:14 wib

Rehat
Ratusan Warga Berebut Tumpeng Nasi Bungkus dan Sayuran
22-08-2019 | 09:14 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062