Diduga Langgar Netralitas, ASN di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
Polisi Temukan Sapi Korban Pencurian
Kelabui Petugas, Miras Disembunyikan di Ladang Jagung
Pembelajaran Tatap Muka, Dindik Cek Kesiapan Sekolah
Paslon 2 Machfud-Mujiaman Siapkan 12 Ribu Saksi Tangguh Maju
Pemerintah Jatim Terus Mengelar Sinergi Forkopimda Untuk Ciptakan Pilkada Aman Damai
Razia Kos, Petugas Ciduk 11 Pasangan Mesum yang Asik Berduaan di Kamar
Penyekatan Massa Demo di Depan Gedung DPRD
Dua Rumah dan Satu Gudang Penyimpanan Solar Ludes Terbakar
Jelang Unras Omnibus Law, 61 Titik Dijaga Petugas Keamanan Gabungan
KPU Surabaya Terapkan Protokol Kesehatan Pada Debat Publik Pilkada Surabaya
Pemkab Magetan Beli Mobil PCR Seharga Rp 4 Milyar
Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Tergantung Izin Kepala Daerah
BPBD Ponorogo Gelontorkan Ratusan Tandon Air ke Daerah Krisis Air
Covid 19 Melandai, 8 SMP Dibuka



Metropolis
Apresiasi Insan Sastra, Balai Bahasa Jawa Timur Berikan Anugerah Sutasoma
Jum'at, 18-10-2019 | 22:20 wib
Reporter : Selvy Wang
Penghargaan anugerah sutasoma merupakan bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang mengembangkan sastra, komunitas sastrawan dan guru. Foto Ari Prasetyo
Surabaya pojokpitu.com  Balai Bahasa Jawa Timur kembali memberikan penghargaan sastra kepada insan sastra yang berdedikasi mengembangkan sastra di Jawa Timurdi Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya.
Menurut Mustakim Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, kriteria yang ditetapkan untuk penerima anugerah Sutasoma meliputi mutu dan kualitas karya sastra seperti bahasa, isi, hingga orisinil karya.

Untuk penerima anugerah sutasoma, dalam kategori guru bahasa dan sastra daerah berdedikasi, yakni Mistiyah guru SMPN 2 Kras Kabupaten Kediri. Kategori Guru Bahasa dan Sastra Indonesia berdedikasi yakni Tjahjono Widijanto  yang merupakan guru SMAN 1 Kedunggalar Kabupaten Ngawi.

Sementara kategori karya sastra daerah terbaik yakni novel Tembang Raras Ing Tepis Ratri karya Sunaryata Soemardja. Sedangkan kategori karya Sastra Indonesia terbaik yakni buku puisi Jalan Lain ke Majapahit, karya Dadang Ari Murtono.

Untuk kategori komunitas sastra diperoleh komunitas Sanggar Saksi, dan kategori sastrawan berdedikasi diberikan pada Ismoe Rianto.  Kategori esai kritik sastra terbaik diberikan pada S.Jai dengan karyanya buku berjudul Post Mitos. Terakhir kategori sastrawan berdedikasi diberikan pada Ismu Riyanto. (pul)


Berita Terkait

Metropolis
Apresiasi Insan Sastra, Balai Bahasa Jawa Timur Berikan Anug...selanjutnya
18-10-2019 | 22:20 wib

Pendidikan
Balai Bahasa Jatim Gelar Penyuluhan Bahasa Indonesia
25-09-2019 | 21:13 wib

Pendidikan
Salah Kaprah Bahasa di Media Massa Mulai Dibenahi Balai Baha...selanjutnya
19-09-2019 | 18:06 wib

Metropolis
Balai Bahasa Jawa Timur Mengadakan Pemilihan Duta Bahasa
01-08-2019 | 09:57 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062