Ormas Kepemudaan Bagikan Nasi Bungkus dan Masker di Hari Sumpah Pemuda
Viral, Pengajian Yang Memojokan Dua Pasangan Calon Bupati Sidoarjo
Dinkes Ponorogo Lakukan Tracking ke Seluruh Pegawai PLN
Merasa Dicemarkan Nama Baik, Warga Ponorogo Lapor ke Polisi
Gelapkan Aset Desa, Mantan Kades Ditahan
Dump Truk Terperosok Saat Uji Coba Jembatan Tlaji
Pejuang Kemanusiaan Peringati Maulid Nabi Dengan Protokol Kesehatan
Viral Balap Truk di Wisata Pantai Tuban, Bahayakan Wisatawan
8 Pengacara Dampingi Sugi Nur Untuk Penangguhan Penahanan
Diguyur Hujan Deras Semalam, Sejumlah Rumah di Pacitan Tertimpa Longsor
Dewan Soroti Rusun Pandugo, Pemberian Kunci Dipolitisir
Warga Menolak Janazah Cucu Pengikut Aliran Syiah Dikubur di Desanya
Libur Panjang, KAI Prediksi Terjadi Kenaikan Penumpang 15 Persen
Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
DPW PSI Deklarasi Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman



Metropolis
Dinilai Non Prosedural, 352 TKI Ditolak Berangkat Keluar Negeri
Selasa, 22-10-2019 | 17:17 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com  Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ditolak berangkat keluar negeri oleh pihak imigrasi di Bandara Internasional Juanda Surabaya tahun 2019 ini melonjak 5 kali lipat. Sejak Januari hingga Oktober ini tercatat ada 352 TKI yang ditolak berangkat karena termasuk TKI non prosedural. Dari ratusan TKI non prosedural yang ditolak ini, rata-rata berasal dari daerah kantong TKI di Jatim dengan negara tujuan Singapura dan Hongkong.
Upaya pengetatan pengawasan tenaga kerja indonesia (TKI) yang akan berangkat keluar negeri yang dilakukan pihak Imigrasi melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya membuahkan hasil. Dalam pengawasan yang dilakukan di loket pemeriksaan paspor di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Juanda Surabaya, tercatat ada 352 orang TKI yang berhasil ditolak dan dicegah berangkat keluar negeri karena non prosedural.

352 TKI yang ditolak berangkat ini berhasil dijaring pihak Imigrasi Juanda sejak Januari hingga Oktober 2019 ini. Ini artinya jumlah TKI yang ditolak berangkat meningkat 5 kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya terjaring 68 orang TKI.

Ironisnya, dari ratusan TKI yang ditolak dan dicegah keberangkatan di Bandara Juanda ini, rata-rata berasal dari daerah kantong TKI di Jawa Timur, seperti Pamekasan, Ponorogo, Blitar, Surabaya, dan Kediri dengan negara tujuan Singapura dan Hongkong.

"Ratusan TKI yang ditolak dan dicegah keerangkatannya oleh pihak imigrasi Juanda ini, karena tidak memenuhi prosedural yang telah dikeluarkan pihak imigrasi. Di antaranya tidak ada surat rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja, tidak memiliki return ticket, dan tidak memiliki paspor yang berlaku lebih dari 6 bulan," kata Tatang Suheryadin, Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Juanda.

Upaya pengetatan dan pengawasan TKI yang akan berangkat ke luar negeri ini sengaja dilakukan pihak Imigrasi Juanda, sebagai upaya untuk antisipasi adanya penelantaran warga negara di luar negeri, serta adanya dugaan perdagangan manusia asal Indonesia di luar negeri.(end)


Berita Terkait

Metropolis
Polisi Hentikan Bus Penumpang 15 TKI Asal Italia di Pos Chec...selanjutnya
08-05-2020 | 18:11 wib

Metropolis
Antisipasi Covid 19, Rombongan TKI Diperiksa di Puskesmas
17-04-2020 | 11:19 wib

Metropolis
156 TKI dari Malaysia, Tiba di Bandara Juanda Diperiksa Pro...selanjutnya
07-04-2020 | 23:52 wib

Peristiwa
Dampak Virus Corona, PJTKI Kurangi Pengiriman BMI
11-02-2020 | 05:22 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062