Serunya Para Santri Saat Bermain Bola Api
PWNU Meluncurkan Enam Paket Program Ekonomi Rakyat
Unik Perempuan Berusia 43 Tahun Bernama Patah Hati
Johan Budi Akan Bawa Polemik Tanah KAI ke Tingkat Nasional
Penasehat Hukum Nilai Penangkapan Gus Nur Tak Prosedural
Beras Bulog Hilang, Sopir Pengantar Bantuan Beras Enggan Pulang Sebelum Dikembalikan
Pulang Pengajian, Gus Nur Ditangkap Mabes Polri
Viral Video Pemotor Wanita Joget Saat Berkendara, Polisi Beri Peringatan
Truk Tangki Bermuatan 5 Ribu Liter Air Bersih Menjadi Tumpuan Warga Pedesaan
KPU Akan Gandeng Lembaga Pendidikan Bila Kuota KPPS Kurang
Puluhan Warga Ponorogo Demo Tower Bodong
Machfud-Mujiaman Pastikan Anak - Anak Surabaya Sekolah Hingga Sarjana
Mau Berlibur, Ini Komponen Mobil yang Harus Diperiksa
Sebentar Lagi Video Call dan Telephon Bisa Pake Whatsapp Web
Paguyuban MPS Indonesia Tanggapi Usulan Kenaikan Cukai Rokok



Ekonomi Dan Bisnis
Panen Raya, Petani Melon Ponorogo Bagikan 1,2 Ton Gratis
Senin, 28-10-2019 | 16:51 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Sebelum dibagikan tumpeng melon diarak keliling kampung dan diiringi kesenian gajah gajahan.
Ponorogo pojokpitu.com  Para petani buah melon Kabupaten Ponorogo menggelar tasyakuran sedekah bumi dengan membagikan 1,2 ton melon secara gratis.
Kirab gunungan melon diarak bersama seni gajah-gajahan keliling kampung Desa Prayungan Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo. Cara itu bagian dari rasa syukur para petani melon, mengingat tanamannya buah melon sudah panen dan hasilnya memuaskan.

Ratusan warga ikut serta dalam kegiatan arak-arakan gunungan melon menuju panggung utama. Sesampai pusat lokasi warga disuguhi makan melon sepuasnya. Petani melon juga menyiapkan sebanyak 1,2 ton melon yang akan dibagikan masyarakat secara gratis.

Tak hanya masyarakat, petani juga membagikan melon kepada pengguna jalan yang melintas di jalur Ponorogo Trenggalek atau sebaliknya.

Kepala Desa Prayungan Sutris mengatakan, acara tersebut merupakan wujud syukur dari hasil panen melon yang melimpah. Acara itu akan digelar setiap tahunnya sebagai promosi desa wisata melon. "Karena melon hasil sawah kecamatan sawoo beda dengan yang lainnya. Sebab rasanya manis legit dan segar buah melonnya juga tidak gampang busuk," kata Sutris.
 
Satu petak lahan memerlukan biaya Rp 15 juta selama kurun waktu 2.5 bulan. Hasil 1 petak bisa sampai 7 ton. Sedangkan harga per kilo Rp. 5 ribu, maka petani bisa mendapatkan uang 1 petak Rp 30 juta atau untung 100 persen. (pul)


Berita Terkait

Peristiwa
Tanggulangi Gagal Panen Pasca Banjir, Petani Melon Bersihkan...selanjutnya
20-02-2020 | 01:26 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Panen Raya, Petani Melon Ponorogo Bagikan 1,2 Ton Gratis
28-10-2019 | 16:51 wib

Peristiwa
Panen Raya Melon, Warga Rebutan Gunungan Buah Melon
17-05-2019 | 13:00 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Petani Melon Untung Besar Sekali Musim Raup Untung Puluhan J...selanjutnya
25-01-2019 | 04:46 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062