Tiga Hari Tanpa Pj Sekda, Surat Menyurat Menumpuk di Meja
Cegah Penyebaran Covid 19, Polisi Ajak Ratusan Warga Berjemur
Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Miniatur Kendaraan Berbahan Limbah Tembus Mancanegara
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
KPU Jatim Akan Melakukan Tahapan Pilkada 15 Juni
Oknum LSM Peras Kades Terancam 9 Tahun Penjara
Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Korban Begal Dibacok, Sepeda Motor Dirampas di Lumajang
Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi
Kecelakaan Mobil Vs Motor, 2 Orang Terluka
Terpleset Saat Loncat ke Perahu, Nelayan Panarukan Tenggelam
Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Dampak Covid 19
BKD Jatim Angkat Bicara Terkait Pelantikan Kepala Sekolah



Sosok
Hobi Masa Kecil Datangkan Sukses, Layang-Layang Dipesan Sampai Luar Negeri
Rabu, 06-11-2019 | 21:11 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Pekerjaan ditekuni usai mengalami kecelakaan kerja, kini mendatangkan untung jutaan rupiah. Bahkan layang-layang kreasi Kartana telah menembus pasar internasional. FotoKhusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com   Berawal dari hobi masa kecil, seorang mantan pekerja percetakan di Kabupaten Tuban sukses menggeluti usaha kerajinan layang-layang.
Sehari-hari Kartana (37) warga Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban membuat layang-layang hias. Sejak kehilangan pekerjaan akibat kecelakaan kerja, pria satu anak tersebut disibukkan dengan potongan bambu dan kain untuk membuat layang-layang.

Kartana menggeluti usaha pembuatan layang-layang sejak tahun 2016. Usai sembuh dari cedera, akibat terjepit mesin press di tempat percetakan, Kartana yang tidak memiliki pekerjaan. Akhirnya mengisi waktu dengan hobi masa kecil yaitu membuat layang-layang. Sesekali Kartana juga mengikuti festival bersama penghobi layang-layang. Tak disangka ternyata layang-layang buatan Kartana banyak diminati orang.

Terdapat dua jenis layang-layang buatan Kartana. Diantaranya layangan kreasi untuk penghobi atau kolektor serta layangan Delta yang berukuran kecil dengan gambar tokoh super hero untuk anak-anak.

Dalam sehari sedikitnya 50-100 layangan Delta mampu dibuat. Layangan jenis ini biasanya dipesan pedagang di kawasan lokasi wisata. Harga yag ditawarkan berkisar antara Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu per buah.
 
Sementara layangan kreasi dibuat berdasarkan pesanan. Tak hanya pecinta layang-layang dalam negeri, pemesan juga datang dari luar negeri, seperti Malaysia dan Prancis. "Harga yang dipatok berkisar Rp 4 juta sampai Rp 7 juta, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan," kata Kartana.

Selain dijual sesuai pesanan, tak jarang juga membuat layang-layang berukuran besar untuk digunakan sendiri mengikuti festival tingkat nasional maupun internasional. "Sebab, dengan mengikuti festival dapat menjadi media promosi gratis kepada para pecinta layang-layang," tambah Kartana. (pul)


Berita Terkait

Politik
Kenalkan Area Terlarang Bermain Layang-Layang di Pantai
24-09-2017 | 01:38 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062