Lebaran Dilapas, Para Napi Gunakan Fasilitas Video Call
Kolonel Yuri Beri Peringatan, Jangan Kembali ke Jakarta
Salama Lebaran, Pelanggar PSBB Meningkat
Polisi Perketat Akses Masuk Perumahan Surabaya
Pengedar Sabu Jaringan Lapas Dibekuk Polisi
Balon Udara Ditemukan Jatuh di Atas Rumah Warga Magetan
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Kembali Sampai 9 Juni 2020
Pakar Komunikasi Unair Menilai PSBB Kurang Efektif
Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Kabar Gembira, 17 Dari 77 Pasien Corona di Kabupaten Probolinggo Sembuh
Ibu Ini Ngamuk Ngamuk Jalannya Diportal, Begini Ceritanya
Data Terbaru Kasus Covid 19 Masih Ada Tambahan 479 Orang
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh



Metropolis
Perubahan Cuaca Ekstrim, BMKG Waspadai Angin Puting Beliung
Jum'at, 08-11-2019 | 14:30 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda , meminta masyarakat mewaspadai musim pancaroba di bulan November ini. Sebab pada musim pancaroba biasanya sering terjadi angin putting beliung.
Pada November ini seluruh wilayah di Jawa Timur, secara umum adalah mengalami musim peralihan atau pancaroba, yaitu sebelum memasuki musim penghujan. 

Saat musim peralihan atau pancaroba ini, Tonny Setyawan, Prakirawan BMKG Juanda, menghimbau masyarakat lebih hati-hati, potensi terjadinya hujan ekstrem, angin kencang hingga angin putting beliung.
 
Pada saat musim pancaroba biasanya sudah mulai terbentuk awan, namun dalam jumlah tidak terlalu banyak, serta posisi awan yang biasanya tinggi. "Namun keberadaan awan yang masih jarang, serta letaknya yang tinggi ternyata memicu terjadinya angin putting beliung," ujar Tonny Setyawan.
 
Namun angin putting beliung biasanya akan terjadi untuk zona cakupan lokal saja. Disebut lokal karena zonanya hanya terjadi antara lima hingga 10 kilometer saja.
 
Angin putting beliung sendiri adalah fenomena angin kencang yang berputar-putar berbentuk seperti belalai. Angin ini keluar dari awan cumulunimbus, dan terjadi di wilayah daratan. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Gelombang Tinggi, Nelayan Enggan Melaut
10-01-2020 | 18:30 wib

Peristiwa
Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Tiga Hari ke Depan
10-01-2020 | 17:43 wib

Metropolis
Cuaca Buruk, Dalam 2 hari 20 Penerbangan Delay
10-01-2020 | 16:30 wib

Metropolis
Cuaca Buruk, Nelayan Pesisir Laut Terpaksa Menepi
09-01-2020 | 18:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062