Peristiwa
Usai Diperbaiki, Tanggul Bengawan Solo Kembali Retak dan Ambles
Jum'at, 08-11-2019 | 22:06 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Seperti inilah kondisi tanggul sunggai bengawan solo di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Tuban. Foto: Khusni Mubarok.
Tuban pojokpitu.com  Warga di sepanjang tanggul sungai bengawan solo Kabupaten Tuban, kembali resah. Pasalnya tanggul yang baru saja diperbaiki kembali retak dan ambles, retak dan amblesnya tanggulnya ini selain karena faktor alam juga akibat dampak dari tambang pasir ilegal.
Kondisi tanggul sunggai bengawan solo di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Tuban. Usai diperbaiki beberapa hari lalu, tanggul yang memisahkan antara perkampungan dengan sungai bengawan solo ini kembali retak dan ambles. Tanggul yang semula retak sepanjang 150 meter, kini kembali retak dan ambles sepanjang 80 meter.

Amblesnya tanggul tersebut selain faktor alam juga akibat dari tambang pasir ilegaldisekitar lokasi. Penambangan pasir yang dilakukan secara berlebihan menyebabkan erosi. 

Untuk itu perlu kerjasama semua pihak untuk menjaga kondisi tanggul, agar tetap kokoh sehingga saat musim hujan turun, tanggul tidak jebol dan tidak menyebabkan banjir.

Atas kondisi ini warga merasa resah dan takut, pasca kejadian warga terus memantau kondisi tanggul, agar dapat mengetahui kondisi tanggul yang masih labil itu.

Danarji, warga sekitar tanggul, mengatakan, selain itu, warga bersama petugas balai besar Bengawan Solo dan BPBD Tuban kembali gotong royong. 
Mereka kembali melakukan pengurukan secara swadaya, serta meninggikan tanggul, dengan mengisi karung dengan tanah. "Karung ini selanjutnya akan disusun setinggi satu meter diatas tanah urukan pedel, yang telah dipadatkan," kata Danarji.

Hamim Toha, Kepala BBWS 4 Bojonegoro, mengatakan, untuk mempercepat pemadatan, pihaknya menggali titik retak sepanjang 80 meter, serta memasang trucuk dari bambu dan anyaman bambu, di pasang di dasar sebagai penguat.  "Setelah itu baru akan dipadatkan dengan diisi tanah pedel," kata Hamim Toha.

Warga berharap perbaikan tanggul yang retak ini, segera selesai sebelum musim hujan turun. Pasalnya, tanggul ini menjadi langganan banjir, saat debit air sungai bengawan solo naik. (yos)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062