Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Tolak RUU HIP
Persentase Pasien Covid-19 Meninggal di Jatim Melebihi Luar Negeri
Taman Wisata Ngawi Mulai Ramai Pengunjung
Begini Tantangan Peternak Sapi di Tengah Pandemi Covid-19
Pemkab Magetan Gratiskan Rapid Test Bagi Pelajar, Mahasiswa, ASN dan Ibu Hamil
Pipa Gas Lapindo Bocor Resahkan Warga
Perawat Meninggal Akibat Covid 19 Menjadi 12
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
KPU Malang Akhiri Verfikasi Paslon Perseorangan Dan Sarankan Kampanye Secara Virtual
Tim Kemensos Beri Pendampingan Hukum Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Pedagang Pasar Diwajibkan Pakai Masker Pelindung Wajah
Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya



Tapal Kuda Dan Madura
Kapolda Jatim Sebut, Kontruksi 4 Ruangan SDN Gentong Ngawur
Sabtu, 09-11-2019 | 16:28 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com  Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, menyebut bangunan atap empat kelas SDN Gentong yang ambruk itu gagal kontruksi dan ngawur. Hal tersebut berdasarkan hasil penyelidikan tim labfor, bahwa bangunan empat ruangan sdn gentong kota pasuruan tersebut tidak layak.
Setelah melakukan penyelidikan, Tim Labfor Polda Jatim menemukan fakta baru yakni terkait kontruksi bangunan SDN Gentong Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, menyebut, bangunan atap empat kelas sdn gentong yang ambruk itu gagal kontruksi dan ngawur.

Selain itu, hasil dari penyelidikan tim labfor menyatakan bahwa bangunan tersebut tinggal tunggu ambruknya. 

Tak hanya itu, polisi juga menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menyebutkan bahwa bangunan yang menewaskan dua orang itu sudah tidak sesuai dengan spesifikasi. Ada indikasi korupsi dalam pembangunan yang dilaksanakan 2012.

Meski begitu, pihaknya masih mendalami lagi. "Namun jika itu terbukti, berarti ada dua kasus yakni kelalaian dalam pembangunan yang membuat orang meninggal dunia dan penyimpangan atau korupsi," kata Kapolda Jatim.

Seperti diketahui sebelumnya, ada dua tersangka dalam kasus ini, yakni D dan S. Keduanya dari pihak swasta atau kontraktor yang membangun bangunan ini di tahun anggaran 2012.

Keduanya tesangka diamankan di kediri dan kini sudah ditahan di Polda Jatim. Selain itu, ada dua bendera yang digunakan untuk membangun proyek ini yakni ADL dan DHL. (yos) 




Berita Terkait

Peristiwa
Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla
29-02-2020 | 15:30 wib

Peristiwa
Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Am...selanjutnya
28-02-2020 | 02:07 wib

Peristiwa
Dua Tersangka Penyebab SDN Samaran Ambruk Ditangkap Polisi
25-02-2020 | 16:10 wib

Pendidikan
Ruang Kelas di SDN ini Rusak Membahayakan Siswa
25-02-2020 | 10:15 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062