Sosok
Pahlawan Sampah, Bebaskan Kampung Nelayan Kumuh Dari Sampah
Senin, 11-11-2019 | 21:05 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com  Seorang ketua RT di Kabupaten Tuban, dijadikan pahlawan sampah oleh warganya. Pasalnya, ia berhasil menjadikan kampung nelayan kumuh dan berbau, menjadi kampung warna-warni dan bersih. Selain itu, ia juga berhasil memotori warga mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, untuk membangun tanggul penahan ombak laut.
Kondisi kampung nelayan di warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Kampung yang dulunya kumuh dan berbau kini, nampak asri dan cantik. 

Disetiap sudut kampung, kita akan menemui lukisan-lukisan cantik di tembok-tembok rumah dan lingkungan yang bersih. Hal ini tak lepas dari perjuangan Joko Naratno Widodo, Ketua RT setempat.

Awalnya kampung ini dipenuhi sampah, sampah menumpuk di sungai mangunjoyo, yang berada di timur kampung ini, akibat terbawa arus sungai. Joko Naranto Widodo kemudian mengomandoi warga untuk membersihkan sampah secara rutin seminggu sekali. Sampah-sampah yang memenuhi muara sungai ini kemudian diangkat dan dikelola oleh masyarakat.

Kegiatan ini dimotori oleh Widodo sejak tahun 2014 lalu, awalnya ia dianggap tidak waras lantaran sampah sudah menggunung di sungai, dan sampah tersebut dianggap warga tidak dapat dibersihkan lantaran menumpuk dan sudh menahun. Namun, bapak dua anak itu tidak patah semangat.

Akhirnya, di akhir tahun 2015, Widodo mendapat bantuan bangunan MCK umum agar warganya tidak buang air besar dilaut. Mulai dari itu, warga mulai terketuk hatinya untuk ikut aksi bersih sampah di sungai dan laut, hingga saat ini kegiatan tersebut menjadi program mingguan warga.

Tak hanya itu, ketua RT bersama warga juga membuat lokasi intalasi pengolahan air limbah, untuk menampung seluruh limbah cair warganya. Sehingga kampung yang asalnya kumuh dan berbau kini tidak lagi, serta menjadi kampung pertama yang memiliki ipal.

Kini warga kampung tersebut turut menjalankan seluruh program yang digagas oleh pak RT Widodo itu, untuk menciptakan kampungnya bebas pencemaran sampah. Warga juga mendirikan bank sampah yang kelola ibu-ibu istri nelayan.
  
Tak hanya mengelola bank sampah, warga kini juga mengelola sampah plastik menjadi ecobrick. Ecobrick ini adalah botol bekas berisi sampah-sampah plastik, yang dimanfaatkan warga menjadi pengganti batubata untuk membangun tanggul penahan ombak.

"Dengan ecobrik ini sampah plastik akan terkurangi hingga ribuan ton dan secara bertahap kampung ini dapat bebas dari sampah. Tak hanya itu, kini warga mencairkan sampah plastik menjadi paving, yang nantinya akan digunakan untuk membangun jalan," kata Joko Nuratno Widodo.

Meski dinilai cukup berhasil, Widodo bersama warga kini terus belajar bagaimana membuat inovasi kampung dengan memanfaatkan sampah. 

Hal ini dilakukan untuk membebaskan kampung mereka dari sampah. Selain itu, juga untuk menginspirasi kampung lain agar dapat mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Kenang Pahlawan, Puluhan Remaja Gelar Drama Gerbong Maut
26-11-2019 | 09:15 wib

Pendidikan
Hari Pahlawan, Begini kegiatan Para PAUD Surabaya
23-11-2019 | 22:25 wib

Peristiwa
Peringati Peristiwa Gerbong Maut 23 November, Ratusan Anak ...selanjutnya
23-11-2019 | 16:42 wib

Metropolis
Peringati Hari Pahlawan Ala Kerajaan Majapahit
17-11-2019 | 16:17 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062