Malang Raya
Kemarau Panen Mawar Turun 50 Persen
Minggu, 17-11-2019 | 06:17 wib
Reporter : Hari Subagyo
Sejumlah petani mawar di Desa Gunung Sari Kecamatan Bumiaji Kota Batu, mengaku jika hasil panen mawar mengalami penurunan selama musim kemarau. Foto: Hari Subagyo
Kota Batu pojokpitu.com  Petani mawar di Desa Gunung Sari Kota Batu, mengaku jika hasil panen mawar pada musim kemarau mengalami penurunan hingga 50 persen. Selain itu, selama musim kemarau perawatan tanaman mawar lebih berat lantaran harus melakukan penyiraman setiap harinya.
Seperti yang diungkapkan Elias, salah satu petani mawar di Desa Gunung Sari Kota Batu, panen mawar turun selama musim kemarau di banding saat musim hujan.

"Penurunan berkisar 50 persen dari 2 ribu lebih tangkai mawar setiap kali panen, kini panen setiap kalinya antara seribu hingga 1500 tangkai mawar," kata Elias.

Penurunan ini akibat musim kemarau pasalnya, tanaman mawar membutuhan air lebih banyak untuk bisa berbunga, dan untuk itu agar tanaman tetap berbunga petani harus melakukan penyiraman setiap harinya.

Sedangkan di musim hujan petani tidak melakukan penyiraman, dan mawar berbunga lebih banyak di banding musim kemarau.

Sementara untuk harga mawar masih stabil yakni antara seribu rupiah hingga Rp 2 ribu pertangkai. Pemasaranya ke sejumlah kota besar seperti Jakarta, Denpasar dan daerah lainya. (yos)





Berita Terkait

Peristiwa
Fenomena Musim Kemarau, Muncul Ladang Garam di Tengah Hutan
29-10-2019 | 11:21 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Kemarau Berkah Bari Pemburu Buah Randu di Lereng Wilis
26-10-2019 | 02:20 wib

Peristiwa
Kemarau, Ribuan Pelanggan PDAM Terganggu
19-10-2019 | 01:15 wib

Peristiwa
Selama Musim Kemarau Waduk Jombang Mengering
16-10-2019 | 22:21 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062