PWNU Meluncurkan Enam Paket Program Ekonomi Rakyat
Unik Perempuan Berusia 43 Tahun Bernama Patah Hati
Johan Budi Akan Bawa Polemik Tanah KAI ke Tingkat Nasional
Penasehat Hukum Nilai Penangkapan Gus Nur Tak Prosedural
Beras Bulog Hilang, Sopir Pengantar Bantuan Beras Enggan Pulang Sebelum Dikembalikan
Pulang Pengajian, Gus Nur Ditangkap Mabes Polri
Viral Video Pemotor Wanita Joget Saat Berkendara, Polisi Beri Peringatan
Truk Tangki Bermuatan 5 Ribu Liter Air Bersih Menjadi Tumpuan Warga Pedesaan
KPU Akan Gandeng Lembaga Pendidikan Bila Kuota KPPS Kurang
Puluhan Warga Ponorogo Demo Tower Bodong
Machfud-Mujiaman Pastikan Anak - Anak Surabaya Sekolah Hingga Sarjana
Mau Berlibur, Ini Komponen Mobil yang Harus Diperiksa
Sebentar Lagi Video Call dan Telephon Bisa Pake Whatsapp Web
Paguyuban MPS Indonesia Tanggapi Usulan Kenaikan Cukai Rokok
Diserang Hama Tikus, Hektaran Tanaman Jagung Gagal Panen



Citizen Journalism
Ketum PBNW Ajak Warga NTB Tidak Berlebihan Tanggapi Perubahan Nama Bandara
Selasa, 19-11-2019 | 14:07 wib
Reporter : Hassanah Efendi
Mataram pojokpitu.com  Terjadinya pro kontra perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, ( BIZAM) membuat tensi di tengah masyarakat sedikit naik. Hal ini terlihat adanya aksi sebagian warga Lombok Tengah dan dugaan keterlibatan pimpinan daerah memerintahkan perangkat desa dan ASN menggelar aksi demo menolak pergantian nama bandara di kantor DPRD NTB, Mataram Senin(18/11) lalu.
Menyikapi situasi ini, Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani mengungkapkan bahwa soal pergantian nama bandara itu adalah domainnya pemerintah pusat karena  mereka yang keluarkan SK. Tentunya sebagai warga NTB sangat bangga ada tokoh NTB yang diangkat menjadi pahlawan dan namanya diabadikan menjadi nama bandara.

"Mari kita bersikap bijak dalam melihat keinginan pemerintah menghargai jasa pahlawan, tidak perlu berlebihan menyikapi hal ini karena itu biasa terjadi di daerah lain di mana nama pahlawan nasionalnya dijadikan nama bandara," katanya, di Mataram, Selasa (19/11).

Ia juga meminta kepada masyarakat NTB supaya menghargai ulama, apalagi ulama itu juga sebagai pahlawan yang telah berjuangan memerdekakan bangsa ini dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

"Jangan tunjukan ego sektoral, tapi lihatlah maulanasyaikh itu sebagai pahlawan yang diakui negara. Jadi beliau bukan lagi milik masyarakat NTB, tapi milik bangsa dan seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.

Lanjut Rektor IAIH NW Lotim ini, janganlah dengan hal ini memecahkan persatuan kita sebagai anak bangsa, tapi jadikanlah momentum ini sebagai upaya meneguhkan sikap keutuhan berbangsa.

"Jangan mudah terprovokasi, mari kita perkuat ikatan persaudaraan wathoniyah sebagai bangsa yang mencintai nilai-nilai budaya lokal kita," imbuhnya.

Katanya, semua aksi harusnya berangkat dari rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap para pahlawan bangsa sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nasionalisme.

"Maulanasyaikh itu bukan milik NW saja tapi milik bangsa Indonesia. Dan kami siap mendukung dan mengawal pemerintah dalam pergantian nama bandara Lombok menjadi Bandar Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Secepatnya Presiden Jokowi meresmikan nama bandara di Lombok dengan nama Pahlawan Nasional asal NTB," pungkasnya.(end)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062