Komunitas Yutuber Mojokerto Berikan Kado dan Dukungan Untuk Tim Medis
Pasien Dalam Pengawasan Covid 19 Asal Jombang Meninggal Dunia
Syarat Pasien Sembuh Covid-19, Pelayanan Medis Harus Bagus
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Donor Darah?
Penelitian IPB dan UI tentang Antivirus Corona, Semoga Bermanfaat
Sepak Terjang Kader Posyandu Perangi Covid-19
Pembatasan Aktivitas Sosial Akibatkan Rumah Pijat Tunanetra Terancam Gulung Tikar
Tergugah Membantu Para Medis Covid-19, Perajin Busana Beralih Produksi APK
Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja



Sorot
Kualitas Bengawan Solo Menurun Hingga Sebabkan Ikan Mati
Jum'at, 06-12-2019 | 15:00 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com  Kualitas air bengawan solo berwarna merah kehitaman akhirnya mendapat respon dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, dengan melakukan uji laboratorium guna melihat kualitas air yang ada di sungai bengawan solo.
Kualitas air sungai bengawan solo yang mengalami penurunan juga menyebabkan ikan-ikan kecil mati. Seperti di dungai bengawan solo di Desa Kanor Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Parto, warga Desa Kanor Bojonegoro, air berwarna merah kehitaman sudah terjadi yang kedua kalinya, mulai tahun kemarin. "Warga merasa terganggu dengan tercemarnya sungai bengawan solo ini," kata Parto.

Hanafi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, menjelaskan, hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro di laboratorium lingkungan Erum Jasa Tirta Jawa Timur, sudah keluar dan menunjukkan air di 3 titik sample menunjukan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dengan kualitas yang melebihi baku mutu.

Dugaan pencemaran ini masih akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan yang lainnya. "Namun saat ini air bengawan ini masuk kategori kelas tiga. Yakni untuk pertanian, peternakan dan perikanan  bukan untuk konsumsi langsung," kata Hanafi.

DLH menghimbau, air sungai bengawan solo tidak untuk konsumsi. Sebab, kadar baku mutunya sudah melebihi ambang batas. Jika ingin dikonsumsi, harus dinetralisir terlebih dulu. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Manfaatkan Limbah Plastik, Seorang Pemuda Ciptakan Lukisan B...selanjutnya
22-02-2020 | 08:19 wib

Peristiwa
DLH Kesulitan Temukan Asal Muasal Dugaan Limbah Busa Cemari ...selanjutnya
21-02-2020 | 12:24 wib

Peristiwa
Bupati Pasuruan Diminta Bentuk Terpadu Terkait Busa Cemari S...selanjutnya
16-02-2020 | 21:14 wib

Peristiwa
Busa Misterius Tutupi Aliran Sungai Wrati Resahkan Warga
15-02-2020 | 13:00 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062