Komunitas Yutuber Mojokerto Berikan Kado dan Dukungan Untuk Tim Medis
Pasien Dalam Pengawasan Covid 19 Asal Jombang Meninggal Dunia
Syarat Pasien Sembuh Covid-19, Pelayanan Medis Harus Bagus
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Donor Darah?
Penelitian IPB dan UI tentang Antivirus Corona, Semoga Bermanfaat
Sepak Terjang Kader Posyandu Perangi Covid-19
Pembatasan Aktivitas Sosial Akibatkan Rumah Pijat Tunanetra Terancam Gulung Tikar
Tergugah Membantu Para Medis Covid-19, Perajin Busana Beralih Produksi APK
Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja



Olah Raga
Unggulan Utama Tumbang di Tangan Ganda Putra Indonesia
Jum'at, 13-12-2019 | 20:49 wib
Reporter : Ambari Taufiq
pasangan ganda putra indonesia M gibran-gerardo Rizullah_mba
Surabaya pojokpitu.com  Kejutan terjadi di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia U-17. Unggulan teratas dari Malaysia Justin Hoh/M. Fazri Mohammad Razif harus mengakui ketangguhan pasangan nonunggulan dari Indonesia Muhammad Gibran/Gerardo Rizullah dengan dua game langsung 24-22, 21-16 pada pertandingan babak ketiga yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, kemarin (13/12).
"Kami tahu yang dihadapi adalah unggulan teratas. Tapi, sejak awal, saya dan Gerardo tak minder," kata Gibran, sapaan karib Muhammad Gibran, usai pertandingan. 
  Diakui pebulu tangkis asal Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan tersebut, di game pertama, dia bisa menang mudah. Namun, di game kedua, lawan mampu memberikan perlawanan. 
  Bahkan, Gibran/Gerardo sempat tertinggal 12-16. Menurut Gibran, lawan mengubah strategi dan ini sempat menyulitkannya. 
  "Mereka mengajak main cepat. Tapi, pelatih menyarankan agar kami bermain depan (penempatan shuttle cock)," ucap Gibran. 
  Ya, pelatih Gibran/Gerarto, Luluk Hadiyanto, memang cepat membaca peruban strategi lawan. Diakuinya, pasangan Malaysia mempunyai tenaga yang lebih kuat disbanding anak asuhnya.
 "Sempat terpacing strategi lawan yang membuat Gibran/Gerardo keteteran dan tertinggal jauh. Saya bilang ke mereka, mainkan tempo lambat dan kasih shuttlecock di bagian depan," ungkap Luluk. 
  Hanya, lelaki yang pernah duduk sebagai ganda putra nomor satu dunia bersama Alvent Yulianto itu tak mau anak asuhnya cepat puas. Baginya, perjuangan di perempat final jauh lebih berat. 
  Untuk bisa menembus semifinal, Gibran/Gerardo akan menantang pasangan Thailand Tatchapol/Chakkapat Norkhat. Di babak ketiga, unggulan ketujuh itu menghentikan perlawanan Tseng Zih Cyuan/Wen Sheng Hao (Taiwan) dengan 20-22, 21-13, 21-13.
  Selain U-17, di GOR Sudirman juga dilaksanakan Kejuaraan Asia U-15. Event ini dilaksanakan d Surabaya setelah Sri Lanka membatalkan diri.  (pul)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062