Testimoni Pasien Sembuh Covid-19 Asal Magetan
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Donor Darah?
Penelitian IPB dan UI tentang Antivirus Corona, Semoga Bermanfaat
Sepak Terjang Kader Posyandu Perangi Covid-19
Pembatasan Aktivitas Sosial Akibatkan Rumah Pijat Tunanetra Terancam Gulung Tikar
Tergugah Membantu Para Medis Covid-19, Perajin Busana Beralih Produksi APK
Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Begini Penerapan Protokal Pencegahan Covid-19 Ala Panti Asuhan Asy Syarifah Putri
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lapas Tulungagung Bebaskan Ratusan Narapidana



Olah Raga
Tua-Tua Keladi, Daddies Juara BWF World Tour Finals 2019, Dapat Hadiah Rp 1,7 M
Senin, 16-12-2019 | 02:19 wib
Reporter :
Guangzhou pojokpitu.com  Ganda peringkat dua dunia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan alias Daddies membuat Indonesia tak pulang dengan tangan kosong dari BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou.
Turun di partai pemungkas final tahun ini di Tianhe Gymnasium, Minggu (15/12) malam WIB, Daddies menang atas ganda Jepang ranking enam dunia Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Daddies tampil cantik dan cerdas. Duo Merah Putih berusia 35 tahun (Hendra) dan 32 tahun (Ahsan) itu tak mengumbar tenaga mematikan lawan. Daddies tampak lebih memanfaatkan kepintaran mereka membaca permainan lawan dan kondisi angin lapangan.

Endo/Watanabe, ganda Negeri Sakura yang dua kali mengalahkan Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya alias Minions di BWF World Tour Finals 2019 ini (penyisihan grup dan semifinal), sejatinya sudah berusaha mencari cara menjinakkan Daddies.

Namun, mental bertanding juga berbicara. Daddies lebih rileks, seperti tak punya beban. Wajar saja. Daddies sebelumnya sudah dua kali menjadi jawara di BWF World Tour Finals ini, saat itu masih bernama BWF Superseries Finals, yakni di tahun 2013 dan 2015. Keduanya di tahun ganjil.

Sementara Endo/Watanabe belum pernah menjadi juara di ajang penutup tahun, turnamen yang paling dinantikan para pemain papan atas.
Daddies mengalahkan Endo/Watanabe 24-22, 21-19 dalam waktu 44 menit (statistik BWF). Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan berhak atas hadiah uang senilai USD 126.000 atau sekitar Rp 1,7 miliar.

Tim Indonesia pun masih bisa tersenyum, lantaran pulang dengan satu gelar di BWF World Tour Finals 2019. Empat gelar lainnya diambil Tiongkok (tiga) dan Jepang juga kebagian satu. (adk/jpnn/end)


Berita Terkait

Olah Raga
Tua-Tua Keladi, Daddies Juara BWF World Tour Finals 2019, Da...selanjutnya
16-12-2019 | 02:19 wib

Olah Raga
Tim Unggulan Belum Terbendung Dan Melenggang ke Babak 2
13-12-2019 | 01:03 wib

Olah Raga
Suryanaga Cup Penghasil Pebulutangkis Kelas Dunia
09-12-2019 | 17:24 wib

Olah Raga
Pukul Tiang Listrik, Daddies Tembus Final Hong Kong Open 201...selanjutnya
16-11-2019 | 12:43 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062