Laka Lantas Operasi Patuh Semeru Meningkat
Jatim Belum Layak Lakukan Sekolah Tatap Muka
Pertumbuhan Ekonomi Minus, Kemenhub Beri Konsesi Terminal Logistik
Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan
Pasangan OK Segera Deklarasi Parpol Pengusung
Unik, UWK Malang Gelar Wisuda Secara Drive Thrue
Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Mendagri Bilang Ada Kepala Daerah Yang Tidak Serius Tangani Covid-19



Rehat
Cuaca Buruk, Nelayan Alih Profesi Jadi Pengrajin Miniatur Kapal
Jum'at, 10-01-2020 | 03:17 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Untuk mengisi waktu luang sembari menunggu cuaca membaik, sejumlah nelayan beralih profesi menjadi pengrajin miniaatur kapal. Foto: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com  Cuaca buruk yang melanda laut utara Tuban sejak sepakan terakhir, membuat sebagian nelayan beralih profesi. Salah satunya beralih profesi menjadi pengrajin miniatur kapal. Alih profesi ini dilakukan sejumlah nelayan, untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka.
Cuaca buruk yang melanda perairan utara jawa di Kabupaten Tuban sejak sepakan terakhir, membuat nelayan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, berhenti melaut.

Berbekal cater sebagai alat pemotong dan lem perekat, para nelayan itu, menyulap pelepah pohon sagu menjadi miniatur kapal. Alih profesi ini dilakukan para nelayan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka selama berhenti melaut.

Miniatur kapal ini sendiri, mereka kerjakan bersama-sama di pos pantau nelayan, sambil memantau perahu yang sedang disandarkan, agar jika sewaktu-waktu diterjang ombak besar bisa segera mengebakuasinya.

Rudianto, nelayan pengrajin miniatur kapal, menerangkan, ukuran miniatur kapal berbahan pelepah pohon sagu ini, mulai dari 50 centimeter hingga 2,5 meter. Sedangkan harga dipatok berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 2,5 juta. "Proses pembuatan satu perahu berkisar antara 1 hari hingga 1 minggu, tergantung jenis dan ukuran perahu," ucapnya. 

Kerajinan tangan para nelayan ini, telah dipasarkan disejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Para nelayan berharap, kerajinan tangan yang mereka buat terus berkembang. Sehingga menjadi peluang pekerjaan bagi warga pesisir di daerah setempat, baik yang belum bekerja maupun nelayan yang menganggur saat cuaca buruk terjadi di laut. (yos)


Berita Terkait

Rehat
Cuaca Buruk, Nelayan Alih Profesi Jadi Pengrajin Miniatur Ka...selanjutnya
10-01-2020 | 03:17 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Tekan Kenakalan Remaja, Karang Taruna Desa Ringinpitu Produk...selanjutnya
22-11-2019 | 07:11 wib

Rehat
Inilah Miniatur Kapal Karya Narapidana Lapas Tulungagung
10-01-2019 | 14:13 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062