Keluarga PDP Meninggal Dunia di Tuban Negatif Covid-19
Bupati dan Forkopinda Bagi - Bagi Masker dan Sembako
Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
RSUD Tongas Khusus Untuk Pasien Covid 19 Resmi Bisa Digunakan
Gedung DPRD Jatim Diusulkan Menjadi Rumah Sakit Darurat Khusus Pasien Covid-19
Pembagian Makan Gratis Abaikan Physical Distancing
Polisi Bubarkan Sabung Ayam dan Keramaian Warga
Kesal Tak Dibelikan, Dua Gadis di Pasuruan Nekad Mencuri Motor
Gara-Gara Uang 10 Juta, Pengacara Diadili
Petugas Amankan, Puluhan Remaja yang Bandel Ditengah Wabah Corona
Pelatihan di Surabaya, Petugas Medis Positif Covid-19
Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Ditlantas Polda Jatim Laksanakan Ops Keselamatn Semeru Gantikan Ops Simpati
Kasus Positif Covid 19 di Jatim Menjadi 189 Orang
11 Hari Diisolasi, PDP Covid-19 di Tuban Meninggal Dunia



Hukum
KPK Tetapakan Wahyu Setiawan Tersangka Suap PAW
Jum'at, 10-01-2020 | 12:17 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com   Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (9/1) malam setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT)
Penetapan setelah dilakukan pemeriksaan 1 kali 24 jam oleh penyidik KPK. Delapan orang yang diamankan dalam OTT itu, empat diantaranya berstatus sebagi tersangka.

Selain Wahyu, KPK juga menetapkan Mantan Panwaslu  Agustiani Tio Fredelina, sebagai tersangka. Sementara pihak pemberi suap dari pihak swasta yaitu Harun Masiku dan Saeful.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli dalam konfrensi pers mengatakan, suap tersebut berkaitan dengan penetapan anggota DPR RI oleh KPU RI atau PAW oleh Caleg Harun Masiku.

Menurut KPK, memang salah satu anggota DPR RI dari PDIP mengalami kekosongan, karena meninggal dunia. Kemudian Harun Masiku meminta dibantu kepada Komisoner KPU Wahyu Setiawan, agar terpilih menjadi Pengganti Antar Waktu, PAW.

"Wahyu Setiawan meminta imbalan Rp 900 juta kepada Harun dalam bentuk dollar Amerika yang diberikan dua kali," kata Lili Pintauli Siregar.

Dalam perkara ini, Wahyu Setiawan dan Agustiani yang diduga sebagai penerima suap dijerta pasal 12 huruf A atau B, atau pasal 11 undang undang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara pihak pemberi suap, Harun Masiku dan Saeful, dijerat pasal 5 huruf A atau B, atau pasal 13, undang undang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (pul)


Berita Terkait

Hukum
KPK Juga Tahan Perempuan Teman Dekat Wahyu
10-01-2020 | 11:37 wib

Hukum
Komisioner KPU Wahyu Setiawan Ditahan KPK
10-01-2020 | 11:25 wib

Hukum
Begini Kata Arif Budiman Saat Rekan Kerjanya Ditangkap KPK
09-01-2020 | 11:28 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062