KPU Gelar Simulasi Pemungutan Suara Di Tengah Pandemi Covid-19
Ketahanan Pangan, Markas Pomal Disulap Untuk Cocok Tanam
Ibu Rumah Tangga di Magetan Meraup Untung Dengan Kerajinan Benang Rajut
Sidang Putusan Kasus Ancaman Pembunuhan Sekda Nonaktif Ditunda
Barang Bukti Narkoba Senilai Rp 150 Juta Dimusnahkan
Lima Tersangka Pengeroyokan Ditangkap, Dua di Antaranya Masih di Bawah Umur
Dokter Pamekasan Meninggal Dunia Setelah Terpapar Covid-19



Pantura
Petani Resah, Tanaman Padi Rusak Diserang Hama Tikus
Senin, 13-01-2020 | 12:00 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Hama tikus merusak tanaman padi milik para petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, memasuki awal musim tanam tahun ini. Foto: Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com  Memasuki musim tanam tahun ini, para petani di kabupaten bojonegoro dipusingkan dengan serangan hama tikus yang merusak tanaman padi berumur rata-rata kurang dari satu minggu.
Rusaknya padi ini menyebabkan petani khawatir terancam gagal panen dan merugi. Untuk menanggulanginya, mereka terpaksa mengeluarkan biaya berlebih dengan memasang pagar plastik, dan tanam ulang padi yang mati.

Kondisi tersebut, seperti yang dirasakan para petani di Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro. Hama tikus yang mewabah dan sulit ditanggulangi, membuat petani setempat resah.

Areal tanaman padi yang mereka tanam, justru rusak karena serangan hama tikus yang sulit ditanggulangi sejak sepekan terakhir.
Kondisi tersebut tak hanya berdampak pada kerugian yang besar akibat terlanjur bercocok tanam. Rusaknya tanaman padi ini, juga membuat petani
khawatir akan mengalami kerugian yang besar pada musim ini.
Untuk mengantisipasinya, sejumlah petani berusaha memasang pagar plastik, meski upaya ini harus mengeluarkan biaya tambahan yang lumayan besar.

Pemasangan pagar plastik di sekeliling area persemaian ini, diharapkan dapat mencegah tikus masuk ke areal persemaian padi. Sebab, upaya lainnya seperti pemberian racun dan obat-obatan, sudah tidak lagi  membuahkan hasil.

Sementara sebagian tanaman yang telah rusak dan mati terpotong, petani terpaksa melakukan tanam ulang, agar nantinya masih ada tanaman yang dapat tumbuh dan panen.

Sadar, petani di Desa Pejambon. mengatakan, para petani menduga hama tikus ini menyerang persemaian padi pada waktu malam hari. "Sementara jika siang hari, tikus-tikus tersebut seperti menghilang diduga bersembunyi di lubang-lubang tanah yang banyak terdapat di sekitar pematang sawah," kata Sadar.

Atas kondisi ini, para petani berharap ada solusi dari pemerintah setempat untuk membantu kesulitan petani ini. Pemberantasan hama tikus  amat diperlukan, agar musim tanam tahun ini dapat berlangsung tepat waktu sesuai dengan harapan petani. (yos)


Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
02-07-2020 | 20:10 wib

Metropolis
Antisipasi Serangan Hama Tikus Petani Nekat Pasang Setrum Li...selanjutnya
16-02-2020 | 03:10 wib

Peristiwa
Basmi Hama Tikus, Petani Ngawi Gunakan Burung Hantu
08-02-2020 | 08:12 wib

Peristiwa
Cegah Serangan Tikus, Petani Pagari Sawah dengan Galvalum
31-01-2020 | 20:10 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062