KBM SMP SMA Kepulauan Sumenep Segera Diaktifkan
Penjualan Seragam Sekolah Menurun Hingga 75 Persen
Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Menkes Terawan Sidak Pasar Tradisional, Temukan Pedagang yang Bandel
Ruang HCU Didesain Tanpa Toilet
Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci
Sekda Surabaya Benarkan Adanya Surat Edaran Galang Dana
Sebanyak 146 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Diduga Peras Kades, Ketua LSM Terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli
Gubernur Bagikan Partisi dan Masker Kepada Ojek Online
Gali Irigasi Sawah, Warga Pasuruan Temukan Tumpukan Batu Bata Kuno



Ekonomi Dan Bisnis
Pupuk Bersubsidi Urea Langkah, Petani Mengeluh
Selasa, 14-01-2020 | 03:18 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Warga mengaku, kesulitan mendapatkan pupuk urea di kios- kios maupun distributor. Foto: Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com  Sejumlah petani di Kabupaten Situbondo, mengeluh kelangkaan pupuk urea bersubsidi pemerintah. Pupuk bersubsidi seberat 50 kilogram sulit didapat di sejumlah kios maupun distributor pupuk urea. Petani terpaksa beralih ke jenis pupuk lain yang harganya relatif lebih mahal.
Sebulan terakhir, kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea dikeluhkan sejumlah petani di kelurahan Patokan, Kecamatan Kota ,Situbondo.

Di musim penghujan, lahan pertanian padi milik para petani sangatlah membutuhkan pupuk urea tersebut. Agar tidak merugi, petani terpaksa mengganti pupuk bermerek lain dengan harga yang lebih mahal.

Keluhan kelangkaan pupuk urea bersubsidi, dialami langsung oleh Yamin dan Usman. Kedua petani yang bercocok tanam padi mengatakan, pupuk urea sedikit susah untuk dibeli di kios kios.

Meski harga tetap stabil, petani kecil seperti mereka mengaku kesulitan mendapatkan pupuk urea satu kwintal. "Bahkan, sebagain petani terpaksa beralih ke pupuk jenis poska yang harganya relatif lebih mahal," ujar Usman.

Jika kebutuhan pupuk urea bersubsidi tidak terpenuhi, para petani terpaksa harus rela mengelurkan uang lebih tinggi dengan menggunakan pupuk bermerek lain. Petani berharap, pemerintah daerah tanggap dalam menanggapi kelangkaan pupuk urea bersubdisi tersebut. (yos)


Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Pemkab Ngawi Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi
01-03-2020 | 03:08 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Diprediksi Stok Pupuk Bersubsidi Hanya Sampai 3 Bulan Mendat...selanjutnya
22-02-2020 | 00:19 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Pupuk Subsidi Makin Langka, Harganya Juga Mahal
13-02-2020 | 01:12 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Muhtarom Ungkap Faktor Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
11-02-2020 | 21:16 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062