KBM SMP SMA Kepulauan Sumenep Segera Diaktifkan
Penjualan Seragam Sekolah Menurun Hingga 75 Persen
Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Menkes Terawan Sidak Pasar Tradisional, Temukan Pedagang yang Bandel
Ruang HCU Didesain Tanpa Toilet
Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci
Sekda Surabaya Benarkan Adanya Surat Edaran Galang Dana
Sebanyak 146 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Diduga Peras Kades, Ketua LSM Terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli
Gubernur Bagikan Partisi dan Masker Kepada Ojek Online
Gali Irigasi Sawah, Warga Pasuruan Temukan Tumpukan Batu Bata Kuno



Sosok
Pantang Menyerah, Seorang Difabel Berkreasi Membuat Miniatur Kapal Klasik Unik
Selasa, 14-01-2020 | 05:20 wib
Reporter : Agus Bondan
Dengan memanfaatkan bambu yang banyak terdapat di sekitar rumahnya, Budiono berkreasi membuat miniatur kapal klasik yang unik. Foto: Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com  Memanfaatkan bambu yang mudah diperoleh disekitar tempat tinggalnya serta harganya yang murah, seorang penyandang disabilitas warga Tulungagung, membuat miniatur kapal klasik nan unik.
Berita Video : Pantang Menyerah, Seorang Difabel Berkreasi Membuat Miniatur Kapal Klasik Unik
Meski berbahan dari bambu seharga belasan ribu per batang, namun kerajinan kapal klasik ini terjual hingga harga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

Meski memiliki keterbatasan, kedua kaki mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan beberapa tahun lalu, Budiono, tidak putus harapan.  Dengan memanfaatkan bambu yang banyak terdapat di sekitar rumahnya, warga Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, berkreasi membuat miniatur kapal klasik yang unik.

Bambu jenis apus yang didapatkan dari sekitar desanya seharga Rp 15 ribu per batang dipotong dan diirat sesuai dengan ukuran perahu yang akan dibuat.

Dari iratan bambu yang bagian kulitnya dibuang, Budiono memulai mengerjakan rangka dan lambung kapal. Meski saat membuat bodi lambung kapal terlihat sepele atau asal tempel, namun tetap memerlukan ketelitian dan perhitungan yang tepat agar nantinya didapat bentuk yang serasi.

Untuk membuat 1 unit miniatur perahu atau kapal minimal dapat diselesaikan selama 1 hingga 2 minggu, tergantung tingkat kesulitan jenis kapal yang di buat.

Selain  pinisi, kapal layar tradisional khas milik Indonesia, Budiono, juga membuat kapal uap mississippi king buatan abad 19 dan
kapal fiksi black pearl, yang ada dalam serial film pirates of the caribbean.

Menurut Budiono, selama pengerjaan miniatur kapal klasik ini, bagian yang tersulit adalah memasang bagian ornamen kapal karena harus dipasang sedetail mungkin, agar mirip dengan aslinya.

"Pemesan yang datang dari berbagai kota di Jawa Timur, lebih menyukai memesan kapal uap mississippi king," kata Budiono.

Dikerjakan dengan alat dan bahan sederhana, kerajinan miniatur kapal buatan Budiono ini, terjual dengan harga  bervariasi mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta per unit, tergantung ukuran dan jenis miniatur kapal yang dipesan.

Untuk memasarkan kerajinannya, Budiono, masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, serta pameran yang biasanya dibawa sertakan oleh temannya sesama perajin, karena Budiono memiliki ruang gerak yang terbatas. (yos/VD:YAN)


Berita Terkait

Rehat
Cuaca Buruk, Nelayan Alih Profesi Jadi Pengrajin Miniatur Ka...selanjutnya
10-01-2020 | 03:17 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Tekan Kenakalan Remaja, Karang Taruna Desa Ringinpitu Produk...selanjutnya
22-11-2019 | 07:11 wib

Rehat
Inilah Miniatur Kapal Karya Narapidana Lapas Tulungagung
10-01-2019 | 14:13 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062