Penjualan Seragam Sekolah Menurun Hingga 75 Persen
Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Menkes Terawan Sidak Pasar Tradisional, Temukan Pedagang yang Bandel
Ruang HCU Didesain Tanpa Toilet
Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci
Sekda Surabaya Benarkan Adanya Surat Edaran Galang Dana
Sebanyak 146 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Diduga Peras Kades, Ketua LSM Terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli
Gubernur Bagikan Partisi dan Masker Kepada Ojek Online
Gali Irigasi Sawah, Warga Pasuruan Temukan Tumpukan Batu Bata Kuno
Demi Kemanusian, Pasien Eks Covid 19 Donor Plasma di PMI



Hukum
Syamsul Arifin, PNS Kecamatan Tambaksari Mengaku Spontan
Selasa, 14-01-2020 | 10:08 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com  Syamsul Arifin, PNS Kecamatan Tambaksari yang didakwa mengucapkan kata rasisme di asrama mahasiswa Papua, mengaku terpancing massa. PNS Bagian Deteksi Dini Kecamatan ini mengaku menyesal telah mengucapkn kata monyet kepada mahasiswa Papua, yang tinggal di asrama Jalan Kalasan Surabaya.
Penyesalan terdakwa Syamsul Arifin, PNS Kecamatan Tambaksari yang didakwa kasus rasisme di asrama mahasiswa Papua ini  diungkapkan dalam persidangan di ruang garuda, Senin sore tadi (13/1). Syamsul Arifin mengaku dirinya mengucapkan kata monyet di asrama mahasiswa Papua lantaran terpancing massa yang juga berkata monyet.

Terdakwa Syamsul Arifin mengatakan bila pengucapan kata monyet tersebut dilakukan secara spontan, setelah melihat bendera merah putih dimasukkan selokan depan asrama. Terdakwa mengungkapkan bila saat massa datang terjadi saling umpat antara mahasiswa Papua dan massa.

Di akhir pemeriksaan terdakwa, Syamsul Arifin kembali mengutarakan penyesalannya atas ucapan monyet. Sidang yang dipimpin hakim Johanes ini akan dilanjutkan Rabu 15 Januari mendatang dengan agenda tuntutan dari jaksa penuntut umum. (end)


Berita Terkait

Malang Raya
Tuntut 7 Tahanan Politik Dibebaskan, Mahasiswa Asal Papua De...selanjutnya
15-06-2020 | 14:10 wib

Peristiwa
Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penj...selanjutnya
30-01-2020 | 14:30 wib

Peristiwa
Pengurangan Atlit Masih Menunggu PP Keluar Dari Presiden
24-01-2020 | 02:08 wib

Peristiwa
Jatim Siap Menjadi Tuan Rumah Pendamping Pon
23-01-2020 | 23:17 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062